SkorBola.web.id - Brazil dihadapkan pada pertandingan krusial melawan Skotlandia di Grup C Piala Dunia 2026 yang digelar di Miami, Rabu waktu setempat. Bagi manajer Carlo Ancelotti, ini adalah misi untuk mengakhiri paceklik gelar dunia Tim Samba yang sudah berlangsung 24 tahun, terhitung sejak kemenangan terakhir di Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat.
Kehadiran Neymar di skuad menjadi sorotan utama. Bintang berusia 34 tahun itu siap dimainkan untuk pertama kalinya dalam hampir tiga tahun terakhir setelah absen lama karena cedera. Penampilan terakhir Neymar sebelumnya adalah pada Oktober 2023. Pemilihan Neymar di atas Joao Pedro dari Chelsea memicu debat besar di kalangan media dan penggemar Brasil.
Ancelotti mengonfirmasi kesiapan Neymar dalam konferensi pers yang digelar di ruang ganti yang diubah menjadi tempat jumpa pers. “Dia sudah tersedia. Dia berlatih dengan sangat baik minggu ini. Dia fit dan siap bermain. Dia pemain berkualitas tinggi, bisa bermain setengah waktu atau penuh 90 menit. Dia membawa pengalaman dan pengetahuan,” ujar manajer asal Italia itu.
Neymar sendiri sudah melesakkan 79 gol untuk timnas Brasil dan menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa negara itu. Kehadirannya di Piala Dunia ini menjadi peluang terakhir bagi mega bintang untuk meraih gelar dunia yang belum pernah diraihnya.
Di sisi lain, Vinicius Junior menjadi andalan utama lini depan Brasil. Pemain Real Madrid itu sudah mencetak dua gol dalam dua pertandingan, termasuk gol penyeimbang krusial saat Brasil imbang 1-1 melawan Maroko di pertandingan pembuka.
“Vinicius bermain sangat baik. Kami perlu memanfaatkan dia meski kami memiliki pemain fantastis lainnya,” kata Ancelotti yang harus menyeimbangkan ego para bintang untuk menciptakan kohesi tim.
Tantangan terbesar Ancelotti memang bukan soal kualitas pemain, melainkan bagaimana mengubah individu-individu bertalenta menjadi satu kesatuan tim yang solid. Rekam jejak Ancelotti tidak perlu diragukan lagi. Ia adalah manajer tersukses sepanjang sejarah Liga Champions dengan lima trofi, serta satu-satunya pelatih yang pernah menjuarai liga di lima kompetisi top Eropa.
Namun Ancelotti tetap mewaspadai Skotlandia. “Skotlandia punya kualitas, mereka petarung, bermain sangat terorganisasi. Mereka punya pemain bagus seperti Scott McTominay dan John McGinn. Biasanya bermain 4-4-2, bola panjang, dan banyak crossing. Kami perlu mengontrol pertandingan,” ucapnya.
Catatan menarik mengemuka terkait sejarah. Kekeringan gelar Piala Dunia Brasil terakhir yang berlangsung 24 tahun (1970-1994) juga berakhir di Amerika Serikat. Kini mereka berada di Miami, dengan sejarah yang terasa mengulang. Apakah Ancelotti mampu mengulang keajaiban yang pernah diraih di tanah yang sama?
Brazil menangani Skotlandia akan menjadi penentuan posisi akhir Grup C. Ancelotti yang paling dekoratif di kancah Eropa, kini mencari satu gelar yang akan menyempurnakan warisan terbesarnya di panggung internasional.