SkorBola.web.id - Asisten pelatih timnas Inggris, Anthony Barry, akan melanjutkan wawancara televisi saat jeda pertandingan di Piala Dunia 2026 meskipun memberikan penilaian kritis terhadap penampilan babak pertama timnya melawan Kroasia.
Barry memberikan analisis jujur tentang penampilan Inggris di 45 menit pertama pertandingan di Dallas, di mana skor imbang 2-2 saat turun minum. Meskipun demikian, pasukan Thomas Tuchel akhirnya menang 4-2.
Pernyataan kontroversial Barry tersebut mendapat sorotan dari berbagai pihak karena dinamika yang sangat blak-blakan. Namun, kubu Inggris merasa bahwa Tuchel atau para pemain yang melakukan tugas media saat jeda pertandingan bukanlah penggunaan waktu terbaik selama istirahat yang terbatas.
Tuchel sendiri dilaporkan menyambut baik kejujuran asistennya. Ketegasan Barry tidak menimbulkan kekhawatiran di dalam kamp timnas Inggris.
Wawancara saat jeda pertandingan menjadi fitur baru dalam siaran pertandingan Piala Dunia, meskipun digambarkan sebagai “permintaan dan bukan kewajiban.” Beberapa tim telah memberikan akses kepada manajer atau pemain cadangan, dengan tingkat keseriusan yang bervariasi antar negara.
Ketika diminta penilaiannya tentang babak pertama melawan Kroasia, Barry mengatakan: “Secara keseluruhan, babak pertama yang rumit dan membingungkan dari kami. Banyak energi gugup di awal dan mungkin itu bisa diterima dan diharapkan di pertandingan pembuka Piala Dunia.”
“Dari situ, kami membuat beberapa keputusan di mana energinya tidak bebas di pikiran. Kami bermain panjang saat seharusnya bermain pendek dan bermain pendek saat seharusnya bermain panjang. Tidak bermain melalui celah, sehingga tidak memungkinkan kami mempercepat permainan seperti yang kami inginkan.”
Barry menambahkan: “Anda akan berpikir penalti akan membebaskan kami dan memungkinkan kami bermain lebih seperti diri kami sendiri, tetapi lagi-lagi kami jatuh ke pola-pola yang penuh ketakutan.”
Sementara itu, tim medis Inggris sedang memeriksa kebugaran penyerang Marcus Rashford sebelum pertandingan Selasa melawan Ghana. Pemain pengganti yang mencetak gol keempat Inggris ke gawang Kroasia tersebut dilaporkan mengalami ketidaknyamanan otot setelah kemenangan tersebut.
Keputusan Barry untuk melanjutkan wawancara jeda pertandingan menunjukkan bahwa Inggris mengambil pendekatan transparan di Piala Dunia 2026. Kejujuran dan keterbukaan dalam evaluasi performa tim diharapkan bisa membantu para pemain tampil lebih baik di pertandingan-pertandingan berikutnya.
Inggris kini bersiap menghadapi Ghana di pertandingan kedua grup mereka, dengan harapan bisa mengamankan tiket ke babak gugur lebih awal. Performa babak kedua yang solid melawan Kroasia menjadi modal positif bagi Tuchel dan timnya.
Pendekatan transparan yang diterapkan Inggris di Piala Dunia 2026 ini bisa menjadi contoh bagi tim lain. Keberanian Barry untuk mengakui kelemahan tim di babak pertama menunjukkan profesionalisme dan kepercayaan diri yang tinggi. Dengan komunikasi yang terbuka antara staf kepelatihan dan pemain, Inggris berharap bisa terus meningkatkan performa mereka di setiap pertandingan.