SkorBola.web.id - Jude Bellingham sekali lagi menjadi penyelamat Inggris di Piala Dunia 2026. Bintang Real Madrid itu tampil sebagai pembeda saat The Three Lions mengatasi perlawanan Panama yang sangat tangguh dalam pertandingan Grup L di New York New Jersey Stadium.
Babak pertama menjadi mimpi buruk bagi Inggris. Panama tampil dengan pertahanan rapat dan pressing tinggi yang membuat skuad Inggris kesulitan mengembangkan permainan. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum dalam pertampilan yang oleh kolumnis Guardian Barney Ronay digambarkan sebagai “padanan sepak bola dari merakit lemari” - menyakitkan, kaku, dan tak berujung.
Di tengah hujan yang menghalangi pandangan di New York New Jersey Stadium, bahkan seorang saksofonis terdengar memainkan melodi jazz dari koridor stadion yang sepi saat jeda turun minum. Situasi yang menggambarkan betapa membingungkannya performa Inggris di babak pertama.
Namun segalanya berubah dalam lima menit ajaib di babak kedua. Bellingham mengubah jalannya pertandingan dengan dua aksi kelas dunia secara beruntun. Pertama, umpan brilian yang membuka celah di pertahanan Panama. Kemudian, gol penentu yang membawa kelegaan bagi seluruh bangsa.
Dengan kemenangan ini, Inggris memastikan diri sebagai juara Grup L. Namun Phil McNulty dari BBC Sport mengingatkan bahwa The Three Lions harus meningkatkan performa mereka jika ingin benar-benar bersaing meraih trofi juara.
Bellingham memang menjadi pusat harapan Inggris. Pemain berusia 22 tahun ini terus membuktikan bahwa momen-momen besar adalah habitat aslinya. Kemampuannya mengubah pertandingan dari situasi sulit menjadi kemenangan adalah sesuatu yang sangat berharga di turnamen sebesar Piala Dunia.
Namun masalah pertahanan Inggris tetap menjadi kekhawatiran utama. Barisan belakang yang keropos dan kurangnya kreativitas di lini tengah menjadi pekerjaan rumah bagi pelatih sebelum memasuki babak knockout.
Panama layak mendapat pujian. Mereka bermain tanpa rasa takut dan nyaris menciptakan kejutan besar. Performa mereka mengingatkan bahwa sepak bola modern tidak mengenal tim kecil.
Babak 32 besar kini menanti Inggris dengan tantangan yang jauh lebih berat. Jika mereka ingin mengangkat trofi untuk pertama kalinya, Bellingham dan rekan-rekannya harus tampil jauh lebih konsisten dari apa yang ditunjukkan di fase grup.