SkorBola.web.id - Jude Bellingham terlibat konfrontasi panas dengan pelatih Ghana Carlos Queiroz saat jeda babak pertama pertandingan Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Ghana di Stadion Boston, Senin (23/6/2026). Insiden itu terjadi setelah Bellingham melakukan tekel berbahaya terhadap pemain Ghana, Jerome Opoku, dan langsung mendapat reaksi keras dari skuad lawan.
Bellingham kemudian terlihat berjalan ke terowongan sambil terlibat pertukaran kata-kata sengit dengan Queiroz dan staf kepelatihan Ghana. Situasi memanas hingga petugas keamanan turun tangan untuk melerai kedua pihak.
“Semuanya terjadi karena saya melakukan tekel konyol, jujur saja,” ujar Bellingham usai pertandingan. “Saya mengenali pelatih mereka (Queiroz), mantan pelatih Manchester United, jadi rasa hormat saya tetap tinggi. Ini hanya sisi kompetitif dari kedua belah pihak.”
Queiroz sendiri memberikan versi yang berbeda. “Dia bereaksi dengan buruk, melempar kata-kata kasar, dan di situlah cerita ini dimulai,” kata pelatih asal Portugal itu dengan nada frustrasi.
Manajer Inggris Thomas Tuchel berusaha meredakan situasi. “Ini hanya pertukaran emosi. Jude membela dirinya sendiri dan timnya. Emosi adalah bagian dari permainan, tapi kita tidak boleh terdistraksi dengan hal-hal yang bisa mengalihkan fokus,” ujar Tuchel.
Hasil Imbang 0-0
Sebelum insiden tersebut, Inggris tampil di bawah harapan. Tim besutan Tuchel hanya mampu bermain imbang 0-0 melawan Ghana yang bermain dengan pertahanan rapat bergaya 5-4-1. Inggris menguasai 78,2% penguasaan bola namun gagal mencetak satu gol pun.
Ghana bahkan nyaris menang melalui insiden kontroversial menjelang akhir pertandingan. Prince Kwabena Adu terjatuh di kotak penalti setelah terkena tekel Ezri Konsa, namun wasit Said Martinez tidak menunjuk titik putih. VAR pun tidak intervensi.
“VAR sekali lagi pergi ngopi. Penalti yang jelas untuk Ghana diabaikan,” cetus Queiroz dengan penuh kekecewaan. Analis BBC Wayne Rooney juga setuju: “Itu seharusnya penalti. Konsa melompat dan mengenai pemain, bukan bola.”
Catatan Pencapaian Bellingham
Meskipun terlibat kontroversi, Bellingham yang berusia 22 tahun mencatat pencapaian bersejarah menjadi pemain termuda Inggris yang mencapai 50 caps internasional. Gelandang Real Madrid ini memulai pertandingan dan bermain penuh 90 menit setelah mencetak gol dalam kemenangan 4-2 atas Kroasia di pertandingan pembuka.
Bellingham juga meraih penghargaan Pemain Terbaik Pertandingan (Man of the Match), meskipun dengan rendah hati mengaku tidak layak mendapatkannya. “Seharusnya diberikan ke salah satu pemain mereka yang bertahan dengan sangat baik,” katanya.
Situasi di Grup L
Hasil imbang ini membuat Inggris tetap memimpin Grup L. Tim Tiga Singa hanya butuh minimal imbang saat menghadapi Panama di pertandingan terakhir fase grup untuk memastikan lolos ke babak 32 besar. Namun penampilan mengecewakan ini mengangkat pertanyaan serius tentang kemampuan Inggris menghadapi tim-tim elite di fase gugur.
“Saya tidak berpikir ini akan membuat Prancis, Spanyol, atau Portugal merasa takut,” ujar analis BBC Joe Hart. “Mereka akan memiliki referensi dari pertandingan ini, bukan hanya dari kemenangan atas Kroasia.”