Bola Trionda Piala Dunia 2026 Jadi Sorotan: Kiper Alami Kesulitan, Gol Jarak Jauh Meningkat Drastis
SkorBola.web.id - Piala Dunia 2026 baru memasuki fase grup namun satu topik sudah menjadi perbincangan hangat di kalangan pengamat dan mantan pemain: bola resmi turnamen, Adidas Trionda. Bola dengan desain revolusioner empat panel ini diduga menjadi penyebab meningkatnya jumlah gol jarak jauh serta kesalahan yang dilakukan para penjaga gawang di sepanjang turnamen.
Mantan kiper timnas Inggris Joe Hart, yang kini menjadi pundit BBC Sport, melontarkan kritik tajam terhadap bola Trionda. “Saya melihat gol seperti ini terlalu sering terjadi di Piala Dunia untuk mengatakan tidak ada yang salah dengan bola itu,” ujar Hart. Ia menyoroti bagaimana kiper-kiper top seperti Jordan Pickford, Edouard Mendy, dan Luca Zidane sudah beberapa kali terkena bola namun gagal menepisnya keluar. “Di level tertinggi, sangat jarang kiper menyentuh bola tapi tetap masuk gol. Saya perhatikan di turnamen ini, kiper menyentuh bola di atas bahu tapi tidak bisa menahannya. Ada sesuatu yang tidak beres,” tambahnya.
Data statistik dari Opta mendukung observasi Hart. Sebanyak 20 gol sudah tercipta dari luar kotak penalti di fase grup Piala Dunia 2026, dua kali lipat dibandingkan seluruh gol jarak jauh di fase grup Piala Dunia 2022. Angka kesalahan yang berujung gol mencapai 11, tertinggi sepanjang tujuh edisi terakhir Piala Dunia, meskipun format 48 tim menambah jumlah pertandingan.
Mantan kiper Denmark, Kasper Schmeichel, yang sudah pensiun namun sempat berlatih dengan Trionda sebelum turnamen, menjelaskan aspek teknis bola ini. “Konstruksinya hanya empat panel kali ini, tanpa jahitan, semuanya direkatkan. Ketika dikombinasikan dengan perbedaan cuaca dan kepadatan udara, drag pada bola berkurang, artinya bola tidak berputar sebanyak biasanya, tapi lebih cepat sepersekian detik. Itu beda tipis, tapi cukup, karena kiper adalah permainan margin,” jelas Schmeichel.
Adidas mengembangkan Trionda selama sekitar 3,5 tahun dengan 300 tes laboratorium dan uji coba di 7 dari 16 kota tuan rumah. Bola ini memiliki empat panel, paling sedikit dalam sejarah Piala Dunia, dengan jahitan dalam (deep seams) dan ikon negara yang diembos untuk grip lebih baik. Klaim Adidas adalah stabilitas udara optimal dan grip tinggi saat menggiring atau menendang dalam kondisi basah.
Meski kritik mengalir, beberapa kiper justru tampil heroik dengan Trionda. Eloy Room dari Curacao mencatat 15 penyelamatan, menyamai rekor Piala Dunia, sementara Vozinha dari Cape Verde dan Alireza Beiranvand dari Iran juga menunjukkan performa impresif. Ini menunjukkan adaptasi terhadap karakteristik bola sangat mungkin dilakukan. Kiper-kiper yang sudah beradaptasi dengan baik biasanya lebih cepat dalam mengantisipasi arah dan kecepatan tembakan.
FIFA belum memberikan tanggapan resmi, namun dengan fase knockout yang semakin dekat, sorotan terhadap bola Trionda dipastikan akan terus berlanjut, terutama jika lebih banyak kiper menjadi korban di pertandingan-pertandingan krusial. Pertanyaan besarnya kini: apakah Adidas akan melakukan modifikasi pada Trionda jika kontroversi terus bergulung?