SkorBola.web.id - Cape Verde kembali menulis kisah dongeng di Piala Dunia 2026. Tim debutan dari Afrika itu sukses melaju ke babak 32 besar setelah bermain imbang 0-0 melawan Arab Saudi di laga pamungkas Grup H. Hasil ini, ditambah kekalahan Uruguay dari Spanyol, memastikan Cape Verde lolos sebagai runner-up grup dan berhak menghadapi Argentina milik Lionel Messi di Miami.
Ini adalah pencapaian yang luar biasa bagi negara kepulauan berpenduduk sekitar 600.000 jiwa. Untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka tampil di Piala Dunia, Cape Verde langsung menembus fase knockout. Mereka lolos dengan mengoleksi tiga hasil imbang dari tiga pertandingan grup, sebuah catatan yang mungkin tidak terlalu mencolok namun sangat efektif di format 48 tim.
Atmosfer di stadion sungguh emosional. Para pemain dan pelatih Bubista berkumpul mengelilingi ponsel untuk menyaksikan detik-detik akhir pertandingan Uruguay melawan Spanyol. Begitu tahu Uruguay kalah, mereka meledak dalam euforia yang tak terlukan. Momen itu direkam dan langsung viral di media sosial, menggambarkan betapa berartinya pencapaian ini bagi seluruh bangsa Cape Verde.
Pertandingan melawan Arab Saudi sendiri berlangsung sengit namun tanpa gol. Cape Verde tampil dengan disiplin tinggi dan determinasi yang luar biasa. Kevin Pina menjadi motor lini tengah dengan tekel-tekel keras dan pergerakan tanpa lelah di seluruh lapangan. Peluang terbaik Cape Verde datang dari tendangan bebas jarak jauh Kevin Pina yang hanya meleset tipis dari gawang, tembakan Laros Duarte di menit ke-74 yang digagalkan dengan gemilang oleh kiper al-Owais, serta upaya Willy Semedo dan Jamairo Monteiro yang gagal membuahkan gol.
Di sisi lain, Arab Saudi tampil mengecewakan. Membutuhkan kemenangan untuk lolos, mereka justru tampil tanpa daya dan gagal menciptakan peluang berbahaya. Satu-satunya peluang nyata datang dari sundulan Mohamed Kanno yang langsung mengarah ke kiper Vozinha. Kritik pun mengalir deras terhadap tim asuhan Giorgios Donis yang dinilai minim semangat juang meski diinvestasi besar-besaran melalui liga domestik.
Vozinha, kiper berpengalaman Cape Verde, telah menjadi kult hero sejati di turnamen ini. Namanya disambut sorak-sorak gemuruh setiap kali terdengar di stadion dan wajahnya bahkan muncul di layar raksasa. Performanya yang konsisten di bawah mistar menjadi fondasi kesuksesan Cape Verde.
Kini perhatian seluruh dunia tertuju pada laga epic Cape Verde melawan Argentina. Vozinha akan berhadapan langsung dengan Lionel Messi, superstar yang telah mencetak 18 gol sepanjang sejarah Piala Dunia. Pertemuan dua dunia ini menjadi salah satu narasi paling menarik di Piala Dunia 2026. Pelatih Bubista mengatakan bahwa timnya tidak akan gentar menghadapi juara bertahan. “Kami sudah membuktikan bisa bersaing di level ini. Tidak ada tekanan buat kami, kami hanya ingin menikmati setiap momen,” ujarnya.
Cape Verde menjadi tim Afrika kedua yang melaju ke 32 besar dan kini bersama tim-tim kejutan lainnya membuktikan bahwa format baru 48 tim memberikan ruang bagi negara-negara kecil untuk bersinar. Dengan semangat underdog yang membara, siapa bilang kejutan tidak mungkin berlanjut melawan Argentina di Miami?