SkorBola.web.id - Ahli sepak bola BBC Sport, Chris Sutton, memberikan prediksi yang mengejutkan untuk babak 32 besar Piala Dunia 2026. Dalam analisisnya yang diterbitkan BBC Sport, Sutton tidak ragu menyampaikan pandangan yang berbeda dari konsensus umum, termasuk prediksi kontroversial bahwa Brasil berpotensi tersingkir dari turnamen.
“Brasil memang punya nama besar, tapi performa mereka di fase grup tidak sepenuhnya meyakinkan,” ujar Sutton dalam ulasannya. Ia mencatat bahwa meskipun Brasil mengalahkan Skotlandia 3-0, ada kelemahan mendasar dalam lini tengah dan pertahanan yang bisa dieksploitasi oleh tim dengan pressing tinggi seperti Jepang.
Sutton menyoroti beberapa aspek yang membuatnya ragu terhadap Brasil. Pertama, gelandang serang Brasil kurang konsisten di level klub. Kedua, mobilitas gelandang bertahan yang terbatas bisa menjadi celah fatal ketika menghadapi tim dengan transisi cepat. Ketiga, tekanan ekspektasi tinggi yang selalu mengiringi Brasil di setiap Piala Dunia bisa menjadi beban mental yang berat.
Untuk pertandingan Inggris melawan Republik Demokratik Kongo, Sutton lebih optimis. Ia memprediksi kemenangan Inggris dengan skor 2-0, mengingat kedalaman skuad dan pengalaman turnamen besar yang dimiliki The Three Lions. Namun, ia memperingatkan bahwa Inggris tidak boleh meremehkan tim Afrika yang penuh dengan pemain muda berbakat yang bermain di liga-liga top Eropa.
“DR Kongo punya pemain-pemain dengan kualitas individu tinggi,” kata Sutton. “Mereka mungkin tidak sepengalaman Inggris, tapi semangat dan motivasi mereka sangat tinggi. Inggris harus waspada sejak menit pertama.”
Prediksi Sutton juga mencakup pertandingan lain di babak 32 besar. Argentina, juara bertahan, diprediksi akan melaju dengan mulus setelah menunjukkan performa solid di fase grup. Sementara Prancis, yang juga punya sejarah gemilang di Piala Dunia, bisa mengalami kesulitan melawan lawan mereka yang bermain dengan gaya defensif sangat solid.
“Piala Dunia 2026 dengan format baru ini memberikan lebih banyak ruang untuk kejutan,” kata Sutton. “Tim-tim yang biasanya tidak lolos ke fase knockout sekarang punya kesempatan besar, dan mereka datang dengan rasa lapar yang luar biasa. Ini membuat turnamen lebih menarik tapi juga lebih tidak terduga.”
Analis sepak bola berpengalaman ini juga menyoroti pentingnya manajemen pemain di turnamen yang lebih panjang. Dengan lebih banyak pertandingan dibandingkan format lama, rotasi pemain dan pencegahan cedera menjadi kunci sukses tim-tim besar. Tim yang bisa mengelola fisik dan mental pemain dengan baik akan memiliki keunggulan di babak akhir turnamen.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, prediksi Sutton memberikan perspektif menarik tentang bagaimana turnamen besar bisa sangat tidak terduga. Format baru Piala Dunia 2026 yang diselenggarakan di tiga negara (Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko) dengan 48 tim peserta membuka peluang lebih besar bagi tim-tim non-tradisional untuk bersinar dan menciptakan sejarah.
Sutton menutup analisisnya dengan pesan tegas kepada semua tim: “Di knockout stage, satu kesalahan bisa mengakhiri mimpi. Tidak ada ruang untuk kesalahan, tidak ada pertandingan mudah. Inilah saatnya para juara sejati menunjukkan kualitas dan mental mereka di panggung terbesar sepak bola dunia.”