SkorBola.web.id - Noni Madueke menjalani musim yang luar biasa di 2025-2026. Dari pemain yang ditolak fans Arsenal lewat petisi online, ia kini menjadi starter Timnas Inggris di Piala Dunia 2026. Perjalanan winger berusia 24 tahun ini layak disebut salah satu kisah paling inspiratif di turnamen.
Musim panas lalu, transfer Madueke dari Chelsea ke Arsenal seharga 50 juta poundsterling menuai protes keras dari fans The Gunners. Tagar #NoToMadueke bahkan trending di media sosial. Namun, Madueke membuktikan keraguan itu salah.
Penghilang Kutukan 22 Tahun Arsenal
Di musim pertamanya bersama Arsenal, Madueke membantu klub London Utara itu meraih gelar Premier League pertama dalam 22 tahun terakhir. Kontribusinya sangat signifikan dengan 43 penampilan di semua kompetisi, mencetak 8 gol dan 4 assist.
Meski hanya 16 kali starter di Premier League, dampak Madueke terasa setiap kali ia bermain. Ia bahkan tampil sebagai pemain pengganti di final Liga Champions saat Arsenal kalah dari Paris Saint-Germain.
Pahlawan Inggris di Laga Pembuka
Penampilan Madueke bersama Timnas Inggris di bawah manajer Thomas Tuchel semakin menegaskan kualitasnya. Di laga pembuka Piala Dunia 2026, Inggris mengalahkan Kroasia 4-2, dan Madueke menjadi salah satu pemain terbaik di lapangan.
Ia memenangkan penalti yang dikonversi Harry Kane untuk membawa Inggris unggul. Madueke juga mencatatkan empat operan ke Kane, jumlah tertinggi bersama kiper Jordan Pickford, serta lima sentuhan di kotak penalti lawan.
Persaingan Sehat dengan Saka
Yang menarik, Madueke bersaing dengan Bukayo Saka untuk posisi yang sama baik di Arsenal maupun di Timnas Inggris. Saka saat ini mengalami masalah tendon Achilles dan diperkirakan baru akan starter di pertandingan grup terakhir melawan Panama.
Hubungan keduanya justru sangat baik. Saka menggambarkan ikatan mereka sebagai “unik” dan menyebut Madueke sebagai “saudaranya”. “Saya tidak tahu bagaimana ini bisa bekerja, tapi ini bekerja dengan baik,” kata Saka.
Di Arsenal, manajer Mikel Arteta menemukan cara untuk memainkan keduanya bersamaan, sering kali dengan Madueke di sayap kiri dan Saka di posisi nomor 10. Fleksibilitas taktik ini bisa menjadi opsi bagi Tuchel di fase gugur Piala Dunia.
Pujian dari Tuchel
Tuchel sendiri menyebut Madueke sebagai “pembeda” yang bisa mengubah jalannya pertandingan dengan kemampuan satu lawan satu-nya. Filosofi Tuchel adalah bermain dengan fisikitas Premier League, memilih pemain-pemain kuat untuk beroperasi di sekitar kapten Harry Kane.
Sistem ini sangat cocok dengan gaya bermain Madueke. Kane sering turun ke belakang, sementara winger seperti Madueke dan Anthony Gordon berlari ke ruang di pertahanan lawan.
Dari petisi penolakan hingga starter Piala Dunia, kisah Noni Madueke membuktikan bahwa kerja keras dan ketekunan bisa mengubah persepsi siapa pun.