SkorBola.web.id - Kabar duka menyelimuti kamp timnas Prancis di Piala Dunia 2026. Pelatih kepala Didier Deschamps harus meninggalkan skuad Les Bleus untuk kembali ke Prancis setelah ibundanya meninggal dunia pada Selasa (23/6/2026) pagi waktu setempat.
Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) mengonfirmasi bahwa Presiden Philippe Diallo telah memberikan izin kepada Deschamps untuk pulang guna menghadiri pemakaman. Asisten pelatih Guy Stephan akan mengambil alih komando tim dalam pertandingan terakhir Grup I melawan Norwegia di Boston pada Jumat (26/6/2026).
Prancis Sudah Pasti Lolos
Kabar baik bagi Les Bleus, tiket ke babak 32 besar sudah dipastikan berkat dua kemenangan beruntun di fase grup. Prancis mengalahkan Senegal 3-1 di New Jersey dan menundukkan Irak 3-0 di Philadelphia. Kemenangan atas Irak bahkan diwarnai penundaan pertandingan selama dua jam akibat cuaca buruk, namun hal tersebut tidak menghentikan dominasi pasukan Deschamps.
Dengan koleksi enam poin, Prancis saat ini memimpin Grup I berkat keunggulan selisih gol atas Norwegia yang juga mengantongi enam poin. Hasil imbang melawan Norwegia sudah cukup untuk mengamankan status juara grup, yang akan menentukan jalur lebih menguntungkan di babak gugur.
Sosok Legendaris Prancis
Deschamps, yang kini berusia 57 tahun, adalah salah satu figur paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola Prancis. Sebagai kapten, ia mengantarkan Prancis meraih gelar juara Piala Dunia 1998 dan Kejuaraan Eropa 2000. Kepemimpinannya di lapangan menjadi fondasi kejayaan generasi emas Les Bleus saat itu.
Sebagai pelatih, Deschamps menukangi timnas sejak 2012. Selama lebih dari satu dekade, ia telah membangun skuad yang konsisten kompetitif di level tertinggi. Prestasi terbesarnya adalah membawa Prancis meraih gelar juara dunia kedua di Rusia 2018. Empat tahun kemudian, ia nyaris mengulangi prestasi tersebut namun harus puas sebagai runner-up setelah kalah adu penalti dari Argentina di final Piala Dunia 2022.
Kepemimpinan panjang Deschamps membuatnya menjadi pelatih terslama dalam sejarah timnas Prancis. Dedikasinya terhadap Les Bleus tidak perlu diragukan lagi, menjadikan kepergiannya dari kamp kali ini sebagai momen yang sangat emosional bagi seluruh elemen tim.
Tantangan Tanpa Sang Pelatih
Meski sudah lolos, pertandingan melawan Norwegia bukan laga tanpa arti. Status juara grup akan menentukan jalur di babak gugur, dan menghadapi runner-up dari grup lain tentu lebih menguntungkan dibanding bertemu juara grup. Apalagi, Norwegia yang diperkuat Erling Haaland dalam performa mencetak gol yang luar biasa akan menjadi ujian berat.
Guy Stephan, yang sudah lama menjadi tangan kanan Deschamps, seharusnya mampu menjalankan taktik yang sudah terbentuk. Pemain-pemain bintang seperti Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, dan Antoine Griezmann tetap menjadi andalan di lapangan. Semangat tim juga diperkirakan tetap tinggi untuk memberikan kemenangan demi sang pelatih yang sedang berduka.
Seluruh komunitas sepak bola Prancis dan dunia menyampaikan simpati terdalam kepada Deschamps dan keluarganya. Kehilangan orangtua di tengah momen penting Piala Dunia adalah duka yang sangat personal, dan keputusan FFF untuk memberikan izin penuh menunjukkan bahwa kemanusiaan tetap di atas segalanya.