SkorBola.web.id - Dominasi 50 tahun Jerman dalam adu penalti di turnamen besar berakhir tragis di Piala Dunia 2026. Paraguay menyingkirkan Der Panzer lewat adu penalti 4-3 di babak 32 besar di Boston, Senin (30/6/2026), setelah pertandingan berakhir 1-1 hingga perpanjangan waktu.
Selama lima dekade, Jerman dikenal sebagai spesialis adu penalti di turnamen internasional. Mereka memenangi enam adu penalti beruntun di berbagai kompetisi besar, termasuk Piala Dunia dan Piala Eropa. Total, Jerman pernah mencetak 22 penalti berturut-turut tanpa meleset.
Namun, catatan fantastis itu kini tinggal kenangan. Tiga algojo Jerman gagal mengeksekusi penalti dengan baik dalam adu penalti melawan Paraguay. Kegagalan itu membuyarkan mimpi Der Panzer untuk melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Pertandingan itu sendiri berlangsung sengit sejak awal. Jerman yang tampil dominan dalam penguasaan bola kesulitan menembus pertahanan rapat Paraguay. Gol pertama baru tercipta di babak kedua ketika Paraguay unggul lewat serangan balik yang mematikan.
Jerman kemudian menyamakan skor dan memaksa pertandingan masuk perpanjangan waktu. Di babak tambahan waktu, kedua tim saling jual beli serangan namun tidak ada gol tambahan. Laga pun dilanjutkan ke adu penalti yang berujung petaka bagi Jerman.
Dalam adu penalti, Paraguay tampil lebih tenang dan klinis. Empat dari lima algojo Paraguay berhasil mengeksekusi penalti dengan baik. Sebaliknya, tiga algojo Jerman gagal menyelesaikan tugasnya, termasuk dua yang tendangannya ditepis kiper Paraguay dan satu yang melambung di atas mistar.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Jerman yang datang ke Piala Dunia 2026 dengan status salah satu favorit juara. Pelatih Jerman tampak kecewa berat usai pertandingan dan mengakui timnya kurang beruntung.
Bagi Paraguay, kemenangan ini menjadi sejarah baru. Mereka lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 dan siap menghadapi tantangan berikutnya. Kemenangan atas Jerman tentu menambah kepercayaan diri skuad asuhan pelatih asal Argentina tersebut.
Piala Dunia 2026 memang penuh kejutan. Banyak tim favorit yang harus angkat koper lebih cepat dari perkiraan. Keberhasilan Paraguay menyingkirkan Jerman menjadi salah satu kejutan terbesar turnamen ini.
Para penggemar sepak bola di seluruh dunia kini menanti dengan antusias babak 16 besar yang diprediksi akan semakin menegangkan. Sementara itu, Jerman harus menelan pil pahit dan kembali ke tanah air dengan tangan hampa, mengakhiri dominasi adu penalti yang telah berlangsung selama setengah abad.
Kekalahan ini bukan hanya berdampak bagi timnas Jerman, tetapi juga menjadi pelajaran berharga bagi para pemain muda dan calon pemain masa depan. Jerman selama ini dikenal memiliki akademi sepak bola terbaik di Eropa. Namun, kegagalan di turnamen besar membuat mereka harus mereview kembali sistem pengembangan pemain mereka.
Piala Dunia 2026 menunjukkan bahwa persaingan semakin ketat. Tim-tim yang sebelumnya dianggap bukan unggulan ternyata mampu bersaing dengan tim besar. Kemenangan Paraguay atas Jerman menjadi bukti nyata bahwa sepak bola abad ke-21 tidak lagi mengenal ekspektasi semata.
Pelatih Jerman saat ini akan menghadapi pertanyaan besar dari publik. Apakah perubahan besar diperlukan di tubuh timnas? Atau apakah Jerman tetap pada jalurnya dengan mempertahankan struktur pelatih dan pemain inti? Pertanyaan-pertanyaan ini akan menjadi bahasan utama dalam beberapa minggu ke depan.