SkorBola.web.id - DR Congo melangkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 dengan menempati posisi kedua Group F. Timnas yang dikenal dengan julukan “Leopards” ini mencatatkan 2 kemenangan dan 1 kekalahan, mencatatkan 7 gol dan kebobolan 3 gol.
Pelatih DR Congo, Florent Ibenga, menilai kualifikasi ini sebagai pencapaian luar biasa mengingat tim menghadapi lawan-lawan kuat seperti Brazil dan Prancis di babak penyisihan. “Ini adalah momen bersejarah bagi kami. Kami membuktikan bahwa Afrika bisa bersaing dengan tim besar di panggung dunia,” ujar Ibenga.
DR Congo tampil sangat solid di lini tengah dengan pasangan gelandang yang kompak. Mbwana Samatta yang sebelumnya bermain di Premier League menjadi andalan di lini depan bersama Yves Bissouma dari Tottenham Hotspur.
Samatta yang kini bermain untuk Al-Arabi di Qatar, mencatatkan 2 gol dan 1 assist dalam babak penyisihan. Kehadiran Yves Bissouma memberikan stabilitas di lini tengah yang memungkinkan DR Congo tetap kompak baik dalam bertahan maupun menyerang.
Ibenga mengaku bahwa persiapan menghadapi Inggris telah dimulai sejak sebelum babak penyisihan selesai. “Kami mempelajari semua tim yang mungkin kami hadapi. Inggris adalah tim yang sangat kuat, tapi kami memiliki kepercayaan diri dan strategi yang tepat,” ujarnya.
DR Congo memiliki sejarah mengesankan di Piala Dunia. Timnas ini pernah mencapai perempat final pada edisi 1974 di Jerman Barat. Kali ini, mereka berharap bisa melampaui prestasi tersebut.
Bintang DR Congo, Mbwana Samatta mengatakan, “Kami memiliki modal yang bagus untuk melaju jauh. Tim ini memiliki mental juara dan semangat yang tinggi. Kami akan bermain untuk Afrika.”
Pertandingan melawan Inggris dijadwalkan pada Kamis dini hari WIB. DR Congo akan mengandalkan kecepatan Samatta dan kontrol bola di lini tengah untuk mengejutkan Inggris.
Pelatih Gareth Southgate mengakui bahwa DR Congo adalah lawan yang tangguh. “Mereka memiliki pemain kuat dan tampil solid. Kami harus bermain sempurna untuk menang,” ujar Southgate.
Kemenangan atas Inggris akan membawa DR Congo ke babak 16 besar untuk pertama kalinya dalam sejarah partisipasi mereka di Piala Dunia. Hal ini akan menjadi kejutan besar jika terjadi.
Samatta yang kini berusia 31 tahun, menilai bahwa ini adalah kesempatan terakhirnya untuk tampil di Piala Dunia. “Saya ingin meninggalkan jejak yang baik untuk Afrika dan DR Congo. Ini adalah momen penting bagi saya dan negara,” ucapnya.
DR Congo akan mengandalkan strategi bertahan yang solid dan serangan balik yang cepat. Kecepatan Samatta di lini depan akan menjadi ancaman utama bagi pertahanan Inggris.
Timnas DR Congo telah tiba di New Jersey 3 hari sebelum pertandingan untuk beradaptasi dengan waktu dan iklim. Pelatih Ibenga menekankan pentingnya fisik dan mental dalam pertandingan sebesar ini.
Pertandingan ini akan disaksikan oleh 80.000 penonton di Stadion MetLife. Suporter DR Congo dari berbagai penjuru dunia telah memesan tiket dalam jumlah besar.