LIVE
SkorBola — Piala Dunia 2026 Live Score, Jadwal & Klasemen
Efek Streisand FIFA: Merek Non-Sponsor Justru Makin Terkenal di Piala Dunia

Efek Streisand FIFA: Merek Non-Sponsor Justru Makin Terkenal di Piala Dunia

SkorBola.web.id - FIFA menghadapi dilema yang ironis di Piala Dunia 2026. Upaya mereka untuk menutupi branding sponsor non-resmi justru membuat brand-brand tersebut menjadi sorotan utama dan mendapatkan publisitas yang jauh lebih besar dari yang mereka bayangkan.

Fenomena ini, yang dikenal sebagai “Efek Streisand” dalam dunia pemasaran, menjadi salah satu cerita paling menarik di luar lapangan selama gelaran Piala Dunia 2026 di Amerika Utara.

Apa yang Terjadi?

FIFA secara agresif menutupi logo dan branding dari sponsor yang tidak terikat kontrak resmi dengan mereka. Beberapa contoh yang mencolok terjadi di berbagai stadion dan lokasi pertandingan.

Di Levi’s Stadium, San Francisco, logo Levi’s ditutup dengan terpal putih raksasa. Di ruang pers, logo Heinz pada botol saus tomat ditutup selotip. Bahkan bintang Jerman Jamal Musiala terlihat mengenakan headphone Beats by Dre dengan logo yang ditutup selotip masking.

Tidak satu pun dari brand-brand ini merupakan sponsor resmi FIFA. Namun ironisnya, semua mereka justru menjadi pusat perhatian dan percakapan publik, mungkin lebih banyak dari brand yang membayar jutaan poundsterling untuk menjadi sponsor resmi.

Mengapa FIFA Melakukan Ini?

Tindakan FIFA sebenarnya memiliki dasar yang logis. Mereka melindungi sponsor resmi yang membayar puluhan juta poundsterling untuk mendapatkan hak eksklusif berasosiasi dengan Piala Dunia. Sistem ini mencakup kontrol atas hak penamaan stadion, apa yang boleh dikenakan pemain dan suporter, penggunaan bahasa, hingga font resmi turnamen.

Namun dampaknya justru kebalikan dari yang diharapkan. Usaha menutupi branding malah memicu rasa ingin tahu publik dan membuat brand-brand tersebut menjadi viral.

Brand-Brand yang Untung Besar

Reaksi dari brand-brand yang ditutupi ternyata brilian. Mereka mengubah penindasan menjadi peluang pemasaran yang luar biasa.

Beats by Dre, misalnya, mengubah foto Musiala dengan logo yang ditutup selotip menjadi kampanye teaser untuk model headphone baru yang belum dirilis. Heinz menciptakan produk edisi terbatas dari botol yang ditutup selotip. Sementara itu, Levi’s hanya cukup menunjuk perhatian ke penutupan logo mereka.

Satu postingan media sosial Levi’s mengenai penutupan logo tersebut menghasilkan ratusan ribu interaksi. Video TikTok logo yang ditutup terpal mengumpulkan sembilan juta tayangan. Levi’s kemudian memperluas “logo terpal” ini ke toko-toko mereka di London, Paris, Milan, Berlin, Hong Kong, Brasil, dan Meksiko.

Sejarah Ambush Marketing di Piala Dunia

Fenomena ini bukan hal baru dalam sejarah Piala Dunia. Pada 2006, suporter Belanda diminta melepas celana dengan logo Bavaria, bukan sponsor resmi Budweiser. Pada 2010, maskapai penerbangan Afrika Selatan Kulula dipaksa membatalkan kampanye “maskapai tidak resmi”. Pada 2014, headphone Beats dilarang meskipun dipakai oleh banyak pemain, sementara Sony sebagai sponsor resmi tidak bisa mengendalikan tren tersebut.

Para ahli pemasaran menekankan bahwa sponsorship dan ambush marketing sebenarnya tidak benar-benar bersaing untuk hal yang sama. “Satu berusaha memiliki event. Yang lain berusaha bergabung dalam percakapan,” ujar seorang analis. Sponsorship memenangkan ingatan setelah event, sementara ambush marketing memenangkan perhatian selama event berlangsung.

Pelajaran untuk Sepakbola Indonesia

Bagi dunia sepakbola Indonesia, cerita ini menjadi pengingat bahwa pemasaran olahraga terus berkembang. Liga Indonesia dan PSSI bisa belajar dari dinamika ini, terutama ketika mengelola sponsorship dan hak komersial di era digital yang serba cepat ini.

⚽ Live Score Piala Dunia 2026

48 Timnas · 12 Grup · 104 Pertandingan · 11 Jun — 19 Jul 2026

Memuat data pertandingan...

Update otomatis tiap 60 detik

⚽ Live Score Piala Dunia 2026

Update otomatis tiap 60 detik

🏆

FIFA World Cup 2026

48 Timnas • 12 Grup • 104 Pertandingan • 11 Jun — 19 Jul