SkorBola.web.id - Ekuador berhasil membuat kejutan besar di Piala Dunia 2026 dengan mengalahkan Jerman 2-1 dalam laga pamungkas Grup E di New York/New Jersey Stadium, Kamis (25/6) waktu setempat. Kemenangan ini membawa La Tri lolos ke babak 32 besar untuk pertama kalinya sejak tahun 2006, sekaligus menjadi salah satu kemenangan terbesar dalam sejarah sepak bola Ekuador di Piala Dunia.
Pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal. Jerman yang sudah dipastikan lolos sebagai juara grup tetap menurunkan skuad utama pilihan Julian Nagelsmann. Pelatih asal Jerman itu memprioritasankan starting eleven utama dibanding rotasi pemain. Keputusan itu langsung berbuah gol cepat pada menit kedua ketika Leroy Sane memanfaatkan umpan brilian Florian Wirtz untuk membawa Jerman unggul 1-0. Gol tersebut seolah menjanjikan Jerman akan mengakhiri fase grup dengan catatan sempurna.
Namun Ekuador tidak gentar. Mereka membalas hanya 12 menit kemudian melalui Nilson Angulo. Pemain yang bermain di Liga Belgia itu melepaskan tembakan keras dari tepi kotak penalti yang memanfaatkan kesalahan fatal Wirtz dan Aleksandar Pavlovic di lini tengah Jerman. Bola meluncur deras ke sudut gawang tanpa bisa dijangkau kiper, menghidupkan semangat 55.000 suporter Ekuador yang memadati stadion.
Babak kedua menjadi saksi heroisme Gonzalo Plata. Pemain sayap yang sebelumnya sempat dikritik karena performa kurang meyakinkan sepanjang turnamen menjadi pahlawan Ekuador. Pada menit ke-77, Plata menyambut umpan sudut Kevin Rodriguez dengan sentuhan luar kakinya yang cemerlang, mengecoh Manuel Neuer dan membawa Ekuador unggul 2-1. Sentuhan emas Plata itu mengingatkan pada gol-gol indah klasik Piala Dunia.
Jerman sempat mendapat hadiah penalti di babak kedua setelah Kai Havertz dijatuhkan di kotak terlarang. Namun VAR menganulir keputusan tersebut setelah wasit melihat bahwa Leroy Sane terlebih dahulu melanggar Pedro Vite sebelum insiden tersebut. Keputusan itu menjadi momentum krusial yang menguntungkan Ekuador dan meredam momentum serangan Jerman.
Pelatih Ekuador, Sebastian Beccacece, yang sebelumnya berada di ambang pemecatan setelah hasil imbang melawan Curacao, merayakan kemenangan ini dengan penuh emosi di tribun stadion. “Saya pikir ada sesuatu yang tidak mereka sukai dari diri saya, tapi kami berhasil membuktikan kemampuan tim ini,” ujar Beccacece usai pertandingan.
Pemain kunci John Yeboah juga tampil gemilang dengan dribel-dribel yang berkali-kali menembus lini tengah Jerman, memaksa lawan bermain lebih dalam dari biasanya. Ekuador mengandalkan kecepatan dan intensitas tinggi untuk menghancurkan pertahanan tim-tim besar.
Ekuador akan melangkah ke babak 32 besar sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik, bersama Pantai Gading yang juga lolos dari Grup E setelah mengalahkan Curacao 2-0. Sementara itu, Jerman yang sudah mengamankan posisi puncak Grup E tetap akan menjadi lawan yang ditakuti di fase knockout.
Laga ini menandai pertama kalinya sejak 2006 Ekuador berhasil melewati fase grup Piala Dunia. 55.000 suporter Ekuador yang hadir di stadion terus meneriakkan yel-yel “Si, se bisa” (Ya, kami bisa) sepanjang pertandingan, menjadi saksi kebangkitan tim kesayangan mereka di panggung dunia.