SkorBola.web.id - Esmir Bajraktarević menjadi sorotan di Piala Dunia 2026 bukan hanya karena bakatnya yang mengkilau, tetapi juga karena keputusan pribadi yang mengejutkan. Pemain sayap berusia 22 tahun ini sebelumnya merupakan bagian dari sistem sepak bola Amerika Serikat, namun memilih membela Bosnia dan Herzegovina - tanah leluhurnya - dan kini akan bertemu mantan timnasnya dalam laga babak 16 besar.
Dari Wisconsin ke Dunia Sepak Bola
Bajraktarević dilahirkan dan dibesarkan di Appleton, Wisconsin - kota kecil di Midwest AS yang juga menjadi tempat lahir Harry Houdini. Perjalanan karier Bajraktarević dimulai dari akademi Chicago Fire sebelum pindah ke New England Revolution.
Ia mulai mewakili AS di level youth, dari U-19 hingga U-23. Pada Januari 2024, Bajraktarević dipanggil ke skuat senior oleh pelatih Gregg Berhalter dan membuat debutnya melawan Slovenia. Ia juga terpilih untuk Olympic Games Paris 2024.
Kepindahan yang Mengejutkan
Sebelum turnamen Olimpiade, Bajraktarević membuat keputusan mengejutkan dengan menarik diri dari skuat dan mengajukan permintaan untuk menjadi eligible membela Bosnia dan Herzegovina. Ia mengungkapkan alasannya dalam wawancara eksklusif: “Perang di Bosnia sangat mengerikan. Keluarga saya kehilangan banyak anggota. Srebrenica adalah bagian dari saya, bagian dari darah saya.”
Ayah-ibunya melarikan diri dari Bosnia pada 1996, menghabiskan dua tahun di Swiss sebelum memulai hidup baru di AS sebagai bagian dari program relokasi pengungsi.
Pertemuan Tak Terduga
Kini, Bajraktarević bersama Bosnia dan Herzegovina akan menghadapi Amerika Serikat di babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Santa Clara, Rabu (1/7) dini hari WIB. Pertemuan ini tidak hanya dramatis karena keduanya adalah tim kuat, tetapi juga karena Bajraktarević akan menghadapi mantan rekan setim dan pelatih.
Peluang Bosnia masuk Piala Dunia melalui kualifikasiUEFA baru tersedia sejak 1998, dan mereka baru berhasil lolos empat kali. Tahun ini adalah pertama kalinya mereka berkompetisi sebagai tim独立 (independent) di Piala Dunia.
Dampak bagi Sepak Bola AS
Meskipun Bajraktarević berpotensi memperkuat lini sayap yang tipis di timnas AS, dampaknya tidak sebesar jika pemain seperti Brian Gutierrez atau Obed Vargas memilih bergabung dengan Meksiko. Namun, peluang bertemu AS di Piala Dunia memang sangat kecil.
“Kesempatannya kecil, tapi tetap ada,” kata analis. “Satu hari nanti, kita mungkin akan melihat pertandingan seru antara dua tim dengan sejarah yang saling terkait.”
Masa Depan
Bajraktarević menikmati musim yang solid bersama New England Revolution di MLS. Dengan 12 gol dan 8 assist di musim reguler, ia menunjukkan kemampuan mencetak gol yang meningkat. Keputusannya membela Bosnia bukan hanya tentang identitas, tetapi juga tentang kesempatan bermain di panggung terbesar.
Bagi Para Pecinta Sepak Bola, Bajraktarević adalah simbol dari dua dunia yang bertemu: antara warisan keluarga dan peluang modern di sepak bola AS. Apakah Bosnia bisa membawanya ke perempat final? Hanya waktu yang bisa menjawab.