SkorBola.web.id - Fenomena menarik terjadi di Piala Dunia 2026. Sebanyak 29,2 persen dari total 96 gol yang tercipta sejauh ini lahir di 15 menit terakhir pertandingan termasuk injury time. Angka ini menjadikan periode akhir laga sebagai momen paling produktif di turnamen kali ini.
Salah satu contoh paling dramatis adalah ketika Swiss menghadapi Bosnia dan Herzegovina. Pada laga tersebut, pemain pengganti Johan Manzambi masuk dari bangku cadangan dan hanya butuh tiga menit untuk mencetak gol. Hingga peluit akhir, ia berhasil mencetak dua gol dan Swiss mencetak empat gol setelah menit ke-70.
Bosnia menjadi tim ketiga dalam sejarah Piala Dunia yang kebobolan empat gol atau lebih dari menit ke-70 ke atas. Catatan ini menjadi bukti betapa berbahayanya fase akhir pertandingan di turnamen kali ini.
Beberapa faktor menjelaskan tren gol telat ini. Pertama, waktu tambahan yang lebih panjang dari biasanya. FIFA menerapkan kebijakan penghitungan injury time yang lebih presisi, sehingga pertandingan sering berlangsung lebih lama dari musim-musim sebelumnya.
Kedua, pergantian taktis yang semakin agresif. Para pelatih kini lebih berani memasukkan pemain segar di 20 menit terakhir untuk mengubah jalannya pertandingan. Pemain pengganti dengan kondisi fisik yang lebih segar sering menjadi pembeda di momen krusial.
Ketiga, jeda hidrasi yang diberlakukan FIFA di Piala Dunia 2026. Meski kontroversial, jeda ini memberikan kesempatan bagi pelatih untuk menyusun ulang strategi dan memberikan instruksi tambahan kepada pemain.
Tren ini tentu menjadi pelajaran berharga bagi semua tim peserta. Menjaga konsentrasi dan stamina hingga peluit akhir menjadi kunci untuk meraih hasil positif di Piala Dunia 2026. Tim yang lengah di 15 menit terakhir bisa langsung dihukum.
Bagi penggemar sepakbola di Indonesia, tren ini membuat pertandingan Piala Dunia 2026 semakin menarik untuk ditonton hingga menit terakhir. Gol-gol dramatis di injury time menjadi hiburan tersendiri bagi pecinta sepakbola tanah air.