SkorBola.web.id - FIFA menerapkan perubahan signifikan dalam sistem penentuan klasemen di Piala Dunia 2026. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia, FIFA menggunakan rekor head-to-head sebagai tiebreaker utama, menggantikan selisih gol yang sebelumnya menjadi patokan utama.
Perubahan ini sudah mulai berdampak nyata pada kompetisi. Haiti dan Turki harus tersingkir dari Piala Dunia 2026 meski hanya terpaut tiga poin dari posisi ketiga. Sementara itu, tuan rumah Meksiko dan Amerika Serikat sudah dipastikan menjadi juara grup meski masih menyisakan satu pertandingan.
Sejarah Sistem Tiebreaker Piala Dunia
Sebelum 1966, FIFA menggunakan rasio gol (jumlah gol dibagi gol yang kebobolan) untuk memisahkan tim yang memiliki poin sama. Pada 1970, FIFA beralih ke selisih gol sebagai penentu utama. Kini, di Piala Dunia 2026, FIFA kembali mengubah sistem tersebut.
Keputusan ini membuat FIFA sejalan dengan UEFA yang selama ini selalu mengutamakan hasil pertemuan langsung antar tim. Logikanya, menilai performa langsung antara dua tim dianggap lebih adil karena menghilangkan hasil-hasil anomali, seperti kemenangan telak 7-1 Jerman atas Curacao.
Dampak pada Piala Dunia 2026
Perubahan ini memiliki dua efek utama. Pertama, semakin besar kemungkinan sebuah tim tidak hanya lolos tetapi juga memenangkan grup sebelum matchday ketiga. Kedua, sebuah tim bisa tersingkir setelah hanya dua pertandingan, sesuatu yang tidak mungkin terjadi jika selisih gol menjadi patokan utama.
Di bawah format lama, sebuah tim harus unggul empat poin dari posisi kedua untuk memastikan posisi teratas setelah dua pertandingan. Situasi ini sangat langka karena membutuhkan dua hasil imbang di pertandingan lain. Kini, sebuah tim bisa unggul tiga poin dan sudah mengamankan posisi pertama.
Contoh Nyata di Grup A dan Grup D
Meksiko sudah memenangkan Grup A setelah memenangkan dua pertandingan pertama dan mengoleksi enam poin. Karena Meksiko sudah mengalahkan Korea Selatan, mereka tidak bisa terkejar meski kedua tim berakhir dengan enam poin. Meksiko akan menghadapi tim peringkat ketiga di babak 32 besar di Mexico City.
Hal serupa terjadi pada Amerika Serikat di Grup D. AS unggul tiga poin atas Australia dan Paraguay, dan sudah mengalahkan kedua tim tersebut. Dengan demikian, AS sudah memenangkan grup dan akan bermain di Santa Clara.
Di sisi lain, Haiti tersingkir karena kalah dari Skotlandia meski hanya terpaut tiga poin. Turki juga bernasib sama, tereliminasi setelah kalah dari Australia dan Paraguay. Pertandingan Turki melawan AS pada Rabu depan menjadi laga yang sudah tidak menentukan bagi kedua tim.
Potensi Ketidakseimbangan
Efek samping dari sistem ini adalah potensi ketidakseimbangan dalam pertandingan terakhir grup. Meksiko yang sudah memenangkan grup kemungkinan akan mengistirahatkan pemain saat menghadapi Republik Ceko. Hal ini bisa menguntungkan Ceko, meski mereka hanya bisa lolos otomatis jika Korea Selatan kalah dari Afrika Selatan.
Dalam turnamen di mana tim peringkat ketiga terbaik juga bisa lolos, keputusan untuk mengistirahatkan pemain bisa berdampak signifikan pada persaingan di babak gugur. Sistem ini juga digunakan di Kejuaraan Eropa, di mana tim peringkat ketiga terbaik juga berhak melaju.
Perubahan aturan ini menjadi salah satu narasi menarik di Piala Dunia 2026 dan sudah membuktikan pengaruhnya terhadap nasib beberapa tim di fase grup.