SkorBola.web.id - Piala Dunia 2026 bukan lagi pertunjukan dimensi Messi dan Ronaldo—dua legenda yang telah membanjiri panggung sepak bola selama 18 tahun terakhir. Kini, generasi baru telah tampil dan siap mengambil alih estafet kepemimpinan.
Lamine Yamal, berusia 16 tahun, menjadi pemain termuda dalam sejarah Piala Dunia sejak 1958. Dengan dua assist dan satu gol dalam tiga laga grup, anak emos Barcelona ini mengagumkan semua pihak. Bahkan, pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, menyebut Yamal sebagai pemain paling berbakat sejak Xavi Hernandez.
Tidak kalah menarik, Endrick Ferreira dari Brasil, yang baru berusia 17 tahun, mulai menunjukkan kemampuan teknis yang luar biasa. Golnya ke gawang Nigeria di menit ke-89 mencuri perhatian para pencari bakat Eropa.
Sementara itu, Arda Güler dari Turki, yang baru menandatangani kontrak dengan Real Madrid, tampil sebagai otak serangan timnas. Dua assist dan satu gol dalam grup menjadikannya kandidat Ballon d’Or Generasi.
Bintang muda Inggris, Arlozen Brown (19), juga tidak ketinggalan. Gol kemenangannya melawan Inggris U20 di laga persahabatan sebelum Piala Dunia menjadi pengumuman bahwa generasi emas The Three Lions sedang tumbuh.
“Kami punya banyak talenta muda. Mereka tidak takut, mereka tidak ragu. Mereka bermain seperti di rumah di Stadion Nusantara,” kata pelatih Inggris, Gareth Southgate.
Di balik keberhasilan generasi baru ini, ada satu nama yang patut diperhatikan: Jude Bellingham (22). Dengan lima gol dan dua assist, bintang Real Madrid ini menjadi pemain terbaik dalam grupnya. Tampil sebagai kapten tim, Bellingham membuktikan bahwa dia siap memimpin Inggris di masa depan.
Piala Dunia 2026 bukan sekadar perayaan legenda, tapi pengumuman kebangkitan generasi baru yang akan mendominasi sepak bola dunia selama dekade berikutnya.