SkorBola.web.id - Timnas Inggris mendapat ujian berat di pertandingan kedua Grup L Piala Dunia 2026. The Three Lions hanya mampu bermain imbang 0-0 melawan Ghana di Boston Stadium pada Senin (23/6) malam waktu setempat.
Hasil ini menjadi pukulan telak bagi skuad asuhan Thomas Tuchel yang sebelumnya tampil gemilang dengan mengalahkan Kroasia 4-2 di laga pembuka. Kegagalan meraih poin penuh membuat persaingan di Grup L kembali terbuka lebar menjelang pertandingan terakhir.
Pola Lama Terulang
Harry Kane sudah mengingatkan rekan-rekannya sebelum laga. Di ruang ganti, kapten Inggris itu mengangkat catatan buruk tentang performa tim di pertandingan kedua turnamen besar. Sejak Piala Eropa 2020 hingga Piala Dunia 2022 dan Piala Eropa 2024, Inggris selalu kesulitan di laga kedua fase grup. Sayangnya, pola itu kembali terulang.
Inggris memang mendominasi penguasaan bola, namun Ghana yang dilatih Carlos Queiroz tampil sangat disiplin dengan formasi 4-5-1 yang ultra-defensif. Sepanjang 90 menit, Ghana hanya melepaskan dua tembakan, namun pertahanan rapat mereka membuat Inggris frustrasi total.
Babak Pertama Tanpa Tembakan Tepat Sasaran
Parahnya, di babak pertama Inggris yang melepaskan enam tembakan sama sekali tidak mengarah ke gawang. Frustrasi memuncak ketika Jude Bellingham terlibat adu mulut dengan Queiroz di pinggir lapangan menjelang turun minum.
Asisten pelatih Anthony Barry mencoba menenangkan suasana di istirahat babak pertama. “Babak pertama berjalan baik dari sudut pandang kami,” ujar Barry. Namun kenyataan di lapangan berkata lain.
Peluang Emas Terbuang di Akhir Laga
Inggris baru menunjukkan taringnya di 15 menit terakhir melalui para pemain pengganti. Bukayo Saka memaksa kiper Ghana melakukan penyelamatan, sementara sundulan Nico O’Reilly menghantam mistar gawang setelah menerima umpan silang Reece James.
Namun momen paling menyakitkan datang dari Harry Kane. Dari bola pantul sundulan O’Reilly, kapten Inggris itu melepaskan tembakan yang melambung jauh di atas gawang. Peluang emas yang seharusnya menjadi gol kemenangan.
Di masa injury time, sundulan Marc Guehi juga dihalau dari garis gawang. Tidak hanya itu, Ghana nyaris mendapat hadiah penalti ketika Ezri Konsa menantang Prince Kwabena Adu di kotak terlarang, namun wasit memberikan keuntungan bagi bek Inggris.
Ghana Layak Dapat Pujian
Para suporter Ghana di Boston Stadium memberikan standing ovation kepada anak asuh Queiroz, baik saat turun minum maupun peluit akhir. Pertahanan disiplin dan kerja keras mereka layak mendapat apresiasi tinggi.
Dengan hasil ini, Inggris tetap memimpin klasemen Grup L namun belum aman. Pertandingan terakhir fase grup akan menentukan siapa yang berhak melaju ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. Tuchel dan timnya harus segera menemukan solusi untuk menghadapi tim yang bermain bertahan total.
Berkaca dari pertandingan ini, pelatih asal Jerman tersebut punya pekerjaan rumah besar sebelum laga penentuan. Mampukah Inggris bangkit dan membuktikan status mereka sebagai salah satu favorit juara Piala Dunia 2026?