SkorBola.web.id - Inggris meraih kemenangan atas Kroasia di laga Grup D Piala Dunia 2026, namun performa pertahanan The Three Lions di Dallas menjadi sorotan serius. Pelatih Thomas Tuchel menghadapi pekerjaan rumah besar sebelum memasuki babak gugur.
Pada babak pertama, Inggris tampil sangat buruk. Mereka terus kehilangan bola di area berbahaya dan kesulitan menjaga formasi tanpa penguasaan bola. Situasi ini sangat kontras dengan filosofi pertahanan yang selama ini menjadi keunggulan Tuchel.
Tuchel dikenal sebagai pelatih yang membangun kesuksesan di atas disiplin pertahanan dan ketangguhan lini tengah. Saat membawa Chelsea juara Liga Champions 2021, fondasi kemenangan tersebut dibangun dari soliditas defensif yang nyaris tanpa celah. Namun di Dallas, Inggris menunjukkan performa yang sangat berbeda.
Meski lini depan Inggris tampil mengesankan di babak kedua dengan serangan yang lebih tajam dan terarah, kerentanan pertahanan tetap menjadi bom waktu yang bisa meledak kapan saja. Lawan-lawan yang lebih kuat di fase gugur pasti akan memanfaatkan kelemahan ini.
Kroasia, yang merupakan finalis Piala Dunia 2018 dan peringkat ketiga Piala Dunia 2022, memang bukan lawan sembarangan. Namun cara Inggris kehilangan struktur pertahanan di beberapa momen krusial menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan mereka menghadapi tim-tim elite di babak selanjutnya.
Performa Harry Kane dan kolega di lini serang memberikan harapan. Namun Tuchel perlu segera menyeimbangkan antara daya gedor dan ketahanan defensif. Piala Dunia 2026 bukan turnamen di mana tim bisa hanya mengandalkan serangan tanpa pertahanan yang solid.
Bagi penggemar Inggris, kemenangan atas Kroasia tetap menjadi hasil positif. Namun cara kemenangan tersebut diraih, dengan pertahanan yang kerap goyah, menjadi peringatan dini bahwa perjalanan Inggris di Piala Dunia 2026 masih panjang dan penuh tantangan.
Tuchel memiliki waktu untuk memperbaiki kelemahan ini sebelum Inggris menghadapi lawan yang lebih berbahaya. Pertanyaannya, apakah perbaikan tersebut bisa dilakukan dalam waktu yang sangat singkat di tengah turnamen yang menuntut konsistensi tinggi?
Kemenangan tetaplah kemenangan, namun bagi tim sekaliber Inggris yang difavoritkan menjadi juara, standar yang ditetapkan harus jauh lebih tinggi dari sekadar mengalahkan Kroasia dengan pertahanan yang rapuh.