SkorBola.web.id - Istirahat hidrasi di Piala Dunia 2026 menuai kontroversi besar di kalangan penggemar sepak bola dunia. Meskipun diperkenalkan FIFA untuk menjaga kesehatan pemain di tengah panasnya musim panas Amerika Utara, justru mendapat cemoohan keras dari tribun penonton di hampir setiap pertandingan.
Istirahat hidrasi sendiri merupakan jeda wajib selama tiga menit yang dilakukan satu kali di setiap babak pertandingan. FIFA memperkenalkan aturan ini berdasarkan pengalaman dari Piala Dunia Antarklub 2023 di Amerika Serikat, di mana suhu panas ekstrem menjadi tantangan serius bagi para pemain.
Protes dari Penggemar
Suara-suara boo dan cemoohan terdengar di berbagai stadion selama Piala Dunia 2026 berlangsung. Pertandingan Inggris melawan Kroasia di Dallas, Norwegia kontra Irak di Boston, Swedia melawan Tunisia di Atlanta, hingga Ghana melawan Panama di Toronto, semuanya diwarnai reaksi negatif dari penonton terhadap jeda hidrasi ini.
Salah satu kritik utama yang disampaikan oleh penggemar adalah bahwa istirahat hidrasi sebenarnya lebih ditujukan untuk kepentingan komersial, khususnya menambah slot iklan bagi broadcaster. “Istirahat hidrasi jelas hanya untuk satu tujuan, yaitu uang besar dari iklan,” ujar seorang penggemar yang diwawancarai media setempat.
Kontroversi di Stadion Ber-AC
Ironisnya, beberapa pertandingan digelar di stadion yang sudah dilengkapi sistem pendingin udara, termasuk laga Inggris melawan Kroasia di Dallas. Para penggemar mempertanyakan urgensi jeda hidrasi ketika suhu di dalam stadion sudah terjaga dengan baik.
“Ini menghentikan ritme permainan. Sepak bola itu soal aliran permainan dan tidak ada alasan untuk menghentikannya di stadion ber-AC,” keluh seorang suporter Inggris setelah pertandingan pembuka Grup L.
Americanisasi Sepak Bola?
Kritik lain yang muncul adalah bahwa istirahat hidrasi dianggap sebagai langkah untuk meng-Americanisasi sepak bola. Beberapa penggemar bahkan menyamakan format baru ini dengan sistem “empat quarter” yang lazim digunakan di olahraga Amerika seperti basket dan American football.
“Ini adalah Americanisasi sepak bola di sini. Ini mengubah permainan menjadi quarter,” ujar seorang penggemar Swedia di Atlanta. Kekhawatiran bahwa jeda ini akan menjadi permanen dan berubah menjadi “jeda iklan” ala olahraga Amerika menjadi kecemasan utama bagi banyak pencinta sepak bola tradisional.
Respons Pemain dan Pelatih
Berbeda dengan reaksi keras penggemar, para pemain dan pelatih cenderung lebih pragmatis dalam menyikapi jeda hidrasi. Kiper Inggris Jordan Pickford mengakui bahwa kelembaban di dalam stadion tetap tinggi meskipun ada AC, dan menyarankan rekan-rekannya untuk memanfaatkan jeda tersebut sebagai keuntungan.
Pelatih Prancis Didier Deschamps bahkan secara pragmatis mengadopsi istilah baru, menyebut format pertandingan dengan istirahat hidrasi sebagai “empat babak” atau four quarter-times. Pendekatan ini menunjukkan bagaimana pelatih-pelatih top beradaptasi dengan aturan baru.
Masa Depan Istirahat Hidrasi
Hingga saat ini, FIFA belum memberikan indikasi resmi apakah istirahat hidrasi akan menjadi fitur permanen di Piala Dunia mendatang. Namun, kekhawatiran di kalangan penggemar cukup beralasan mengingat potensi pendapatan tambahan yang signifikan dari slot iklan tambahan bagi para penyiar.
Apapun keputusan akhirnya, debat seputar istirahat hidrasi ini menunjukkan betapa sensitifnya perubahan aturan dalam sepak bola, terutama ketika melibatkan aspek komersial yang berpotensi mengubah pengalaman menonton bagi jutaan penggemar di seluruh dunia.