SkorBola.web.id - Amerika Serikat sukses menjadi juara grup di Piala Dunia 2026, namun jalur mereka menuju trofi bergengsi itu tidak akan mudah. Analisis terbaru menunjukkan bahwa untuk mengangkat Piala Dunia, AS kemungkinan harus mengalahkan tiga tim terkuat Eropa: Spanyol, Prancis, dan Inggris.
Pelatih Mauricio Pochettino berhasil membawa AS tampil impresif di fase grup. Namun, format baru 48 tim di Piala Dunia 2026 menciptakan bracket yang sangat menantang bagi sang tuan rumah.
Babak 32 Besar: Bosnia Herzegovina
Lawan pertama AS di babak gugur adalah Bosnia Herzegovina pada 1 Juli di Santa Clara. Bosnia menampilkan striker veteran Edin Dzeko yang berusia 40 tahun dan winger muda Kerim Alajbegovic. Tim asal Balkan ini lolos melalui playoff yang dramatis dengan kemenangan adu penalti atas Wales dan Italia.
Meski AS lebih diunggulkan, Bosnia adalah tim yang fisik dan pantang menyerah. Pochettino diprediksi bisa melewati rintangan ini, namun harus ekstra hati-hati agar pertandingan tidak berlarut ke adu penalti.
Babak 16 Besar: Belgia yang Mengancam
Jika lolos, AS berpotensi menghadapi Belgia di babak 16 besar pada 6 Juli di Seattle. Belgia, meski dianggap “memudar”, masih memiliki pemain berbahaya seperti Kevin De Bruyne, Romelu Lukaku, dan kiper Thibaut Courtois.
AS pernah kalah 2-1 dari Belgia melalui perpanjangan waktu di Piala Dunia 2014, dan juga kalah 5-2 dalam laga persahabatan Maret 2024. Ini akan menjadi ujian nyata bagi pertahanan AS.
Perempat Final: Spanyol Juara Eropa
Di perempat final, AS diperkirakan akan bertemu Spanyol pada 10 Juli di Los Angeles. La Roja datang sebagai juara Eropa dan dijagokan sebagai salah satu favorit utama. Lamine Yamal yang baru berusia 18 tahun menjadi motor kreativitas mereka.
Spanyol sempat menunjukkan kelemahan dengan imbang 0-0 melawan Cape Verde di fase grup. Namun, kemampuan teknik dan kedalaman skuad Spanyol akan menjadi ujian berat bagi lini pertahanan AS.
Semi Final: Prancis yang Mengerikan
Di semi final, AS berpotensi menghadapi Prancis pada 14 Juli di Dallas. Les Bleus tampil sebagai tim paling impresif di fase grup, meski sempat menunjukkan beberapa kelemahan di lini pertahanan. Christian Pulisic dan Folarin Balogun bisa menjadi ancaman bagi lini belakang Prancis.
Pochettino melempar kutipan motivasi: “Ketika orang-orang saling percaya, mimpi yang mustahil bisa menjadi kenyataan.” Namun, risiko kekalahan telak tetap ada jika pertandingan menjadi terbuka.
Final: Inggris di New York
Jika AS berhasil melewati semua rintangan, lawan di final pada 19 Juli di New York/New Jersey adalah Inggris. Pertandingan ini akan menjadi momen sejaris karena bertepatan dengan bulan kemerdekaan AS.
Meski peluang AS untuk melaju sampai ke final dianggap sangat kecil, semangat tuan rumah dan dukungan suporter menjadi keunggulan yang tidak bisa dianggap remeh. Seperti kata Pochettino, mimpi di sepak bola bisa menjadi kenyataan.