SkorBola.web.id - Fase grup Piala Dunia 2026 memasuki laga terakhir. Dari 48 tim yang berkompetisi, 32 tim akan melangkah ke babak 32 besar. Namun jalur menuju fase gugur tidak semudah yang dibayangkan, mengingat format baru turnamen ini memberikan banyak skenario menarik.
Format Piala Dunia 2026 menghadirkan 12 grup dengan empat tim masing-masing. Dua tim teratas dari setiap grup otomatis lolos, sementara delapan tim peringkat ketiga terbaik juga berhak melaju. Artinya, hanya 16 dari 48 tim yang tersingkir di fase grup.
Sistem Tie-breaker Baru
Ketika dua tim atau lebih terpaut sama banyak di poin, FIFA menerapkan aturan tie-breaker berurutan. Pertama, hasil langsung antara tim yang bersangkutan. Kedua, selisih gol. Ketiga, jumlah gol yang dicetak. Keempat, skor disiplin tim FIFA berdasarkan kartu kuning dan merah. Kelima, peringkat FIFA dari bulan Juni sebelumnya.
Aturan ini menjadi krusial karena banyak grup yang diprediksi akan berakhir dengan poin identik. Tim-tim seperti Inggris, Argentina, Brasil, dan Spanyol tampak sudah aman, namun nasib tim peringkat kedua dan ketiga masih bergantung pada hasil matchday terakhir.
Skenario Menarik dari Puluhan Grup
Di Grup L, Inggris menempati posisi teratas dan dijadwalkan menghadapi Panama di laga terakhir. Sementara itu, Skotlandia yang berada di peringkat ketiga Grup C menghadapi Brasil dalam pertandingan hidup-mati. Menurut proyeksi terkini, Inggris dan Skotlandia bisa saja berhadapan di babak 32 besar jika keduanya lolos.
Grup D menyajikan drama tersendiri. Turki sudah dipastikan memuncaki grup, namun pertandingan antara Paraguay dan Australia akan menentukan siapa yang menemani Turki ke babak selanjutnya. Kedua tim saat ini memiliki tiga poin, membuat duel ini bak final mini.
Di Grup K, Kolombia sudah mengamankan tiket lolos setelah kemenangan tipis 1-0 atas DR Kongo. Kini mereka bersaing dengan Portugal untuk menjadi juara grup. Laga Portugal versus Kolombia di matchday terakhir diprediksi akan sangat menentukan jalur keduanya di fase gugur.
Skuad Mana yang Diuntungkan?
Tim-tim yang sudah memastikan diri lolos berpotensi melakukan rotasi pemain. Jepang, Jerman, Mesir, Spanyol, Prancis, dan Argentina termasuk di antara tim yang kemungkinan besar akan memberi istirahat kepada bintang utama mereka. Hal ini justru membuka peluang bagi tim-tim yang masih berjuang untuk meraih poin penuh.
Namun, rotasi pemain juga membawa risiko. Tim cadangan yang belum teruji di level tertinggi bisa jadi rentan terhadap kejutan dari tim-tim yang bermain tanpa beban.
Format 48 Tim: Kelebihan dan Kekurangan
Expanded format Piala Dunia 2026 memang memberi lebih banyak negara kesempatan berkompetisi di panggung terbesar sepak bola dunia. Namun, dengan delapan tim peringkat ketiga yang lolos, keputusan di fase grup menjadi kurang tajam. Beberapa analis bahkan menyebut format ini membuat tim lebih sulit tersingkir daripada lolos.
Momen-momen krusial di matchday terakhir nanti akan menentukan siapa yang berhak melangkah dan siapa yang harus pulang. Bagi suporter sepak bola Indonesia, ini adalah momen yang sayang untuk dilewatkan karena menjadi gambaran bagaimana kompetisi global dengan format terbesar dalam sejarah Piala Dunia berjalan.