SkorBola.web.id - Jepang menghancurkan Tunisia dengan skor telak 4-0 dalam pertandingan Grup F Piala Dunia 2026 di Estadio Monterrey. Kemenangan ini sekaligus mengeliminasi Tunisia dari turnamen, sementara Jepang mengamankan posisi kuat di klasemen grup.
Pertandingan ini memiliki nilai historis karena menjadi pertandingan ke-1000 dalam sejarah Piala Dunia, sebuah tonggak yang dirayakan sejak pertandingan pertama digelar pada tahun 1930 di Uruguay.
Ayase Ueda, Pahlawan Jepang di Monterrey
Penyerang Feyenoord, Ayase Ueda, menjadi bintang lapangan dengan dua gol yang dicetaknya. Gol pertama Ueda tercipta pada menit ke-31, sebuah penyelesaian bersih dari tepi kotak penalti. Gol keduanya hadir di babak kedua, sundulan melambung yang mengecoh kiper Tunisia.
Ueda bukan hanya pencetak gol, tetapi juga motor serangan Jepang. Kecerdasannya dalam membaca permainan dan pergerakannya yang sulit diprediksi membuat lini pertahanan Tunisia kewalahan sepanjang pertandingan.
Tiga Gol Lainnya Melengkapi Pesta Jepang
Daichi Kamada membuka keran gol Jepang pada menit ke-4, dengan bola yang memantul dari tumitnya masuk ke gawang Tunisia. Junya Ito menambah gol ketiga pada menit ke-69, memanfaatkan umpan terobosan dari Ueda.
Total empat gol tanpa balas menunjukkan dominasi total Jepang atas Tunisia. Pelatih Hajime Moriyasu melakukan perubahan taktis dari pertandingan sebelumnya melawan Belanda, dan hasilnya terlihat jelas.
Tunisia Hancur di Bawah Herve Renard
Tunisia memecat pelatih Sabri Lamouchi setelah kekalahan telak 1-5 dari Swedia, lalu menunjuk Herve Renard sebagai pelatih ketujuh mereka sejak babak kualifikasi dimulai. Renard hanya memiliki tiga hari bersama para pemainnya sebelum pertandingan melawan Jepang.
Meskipun Renard terkenal sebagai pelatih yang pernah membawa Zambia juara Piala Afrika 2012 dan menjadi pelatih pertama yang memenangkan dua Piala Afrika dengan tim berbeda, tugasnya di Tunisia terlalu berat untuk diselesaikan dalam waktu singkat.
“Tunisia adalah tim yang kurang percaya diri dan lemah dalam bertahan, siapa pun pelatihnya,” tulis laporan pertandingan dari Guardian. Renard sendiri diragukan bisa bertahan hingga pertandingan terakhir grup melawan Belanda.
Jepang Melaju dengan Percaya Diri
Kemenangan 4-0 ini menempatkan Jepang dalam posisi yang sangat menguntungkan di Grup F. Setelah bermain imbang melawan Belanda di pertandingan pertama, kemenangan telak atas Tunisia menunjukkan bahwa Samurai Biru siap bersaing di level tertinggi.
Jepang menghabiskan babak kedua dengan menghemat energi, bermain dengan tempo yang terkendali melawan tim yang sudah tidak berdaya. Kecerdasan taktis dan efisiensi menjadi kunci keberhasilan Jepang di pertandingan bersejarah ini.