SkorBola.web.id - Jude Bellingham menjadi pahlawan Inggris dengan gol dan assist krusial saat Three Lions mengalahkan Panama 2-0 di Piala Dunia 2026, menjaga harapan juara mereka tetap hidup di tengah penampilan yang kurang meyakinkan di babak pertama.
Di tengah hujan dan kabut di New York New Jersey Stadium, Inggris menjalani 45 menit pertama yang menyakitkan, bermain tanpa kreativitas dan gagal menembus pertahanan Panama yang disiplin. Situasi semakin memburuk ketika Jarell Quansah harus ditarik keluar akibat cedera pergelangan kaki.
Bellingham Mengubah Segalanya
Segalanya berubah di menit ke-60-an. Bellingham, yang berusia 22 tahun, memberikan dua momen penentu dalam lima menit yang mengubah jalannya pertandingan.
Yang pertama adalah gol pembuka yang indah. Bellingham melakukan pergerakan cerdas ke belakang lini pertahanan Panama, mengambil bola dengan langkahnya di sisi kiri, lalu melakukan dribel yang menentukan untuk mengalahkan lawan. Kemudian, dengan kaki kiri, ia mengirim umpan silang datar yang sempurna untuk diselesaikan Harry Kane dari jarak dekat.
“Yang mengubah segalanya adalah Jude Bellingham melakukan dua hal penting dan berkelas tinggi dalam waktu lima menit,” tulis kolumnis The Guardian, Barney Ronay.
Performa Bellingham
Ketika Bellingham diganti di menit ke-71, statistiknya sudah menunjukkan dominasi total: 68 sentuhan bola, satu gol, satu assist, dribel terbanyak, dan paling sering dilanggar. Ia bermain panjang dan pendek, dengan keinginan yang terlihat jelas untuk berkontribusi.
Bellingham memang dikenal sebagai pemain yang mampu mengubah jalannya pertandingan dengan momen-momen krusial. Meski hanya memiliki delapan gol dari 51 penampilan untuk Inggris, lima di antaranya tercipta di turnamen, biasanya di momen-momen vital.
Inggris Tetap Dalam Kritik
Meskipun hasil akhir 2-0 terlihat meyakinkan, penampilan Inggris di babak pertama tetap mendapat kritik. Tim asuhan Tuchel terlihat kaku dan gagal beradaptasi dengan strategi Panama yang bermain dengan garis pertahanan tinggi dan pressing agresif.
“Keseneraan” dan “kegagalan berpikir dengan bebas” menjadi deskripsi dari 45 menit pertama Inggris. Situasi ini mengingatkan pada performa membingungkan di Euro 2024, meskipun Inggris sudah memiliki pelatih baru dan pemain yang berbeda.
Namun Bellingham sekali lagi membuktikan bahwa ia adalah pemain yang mampu “membengkokkan hari” sesuai keinginannya. Dengan talenta dan kehendak yang dimiliki, Three Lions memiliki pemain kunci yang bisa membawa mereka jauh di turnamen ini.