SkorBola.web.id - Harry Kane dan Jude Bellingham kembali membuktikan diri sebagai duo paling berbahaya Inggris saat mengalahkan Panama 2-0 di New Jersey untuk mengamankan posisi puncak Grup L Piala Dunia 2026. Namun di balik kemenangan tersebut, manajer Thomas Tuchel menghadapi sejumlah masalah serius menjelang babak 32 besar melawan Republik Demokratik Kongo di Atlanta.
Kane membuka skor dengan penyelesaian klinis yang sudah menjadi trademarknya. Gol ketujuh Kane di turnamen ini semakin menegaskan statusnya sebagai mesin gol utama Three Lions sekaligus kandidat kuat untuk Golden Boot. Bellingham menggandakan keunggulan lewat aksi brilian yang memperlihatkan kualitas kelas dunianya.
“Kami mendapat hasil yang dibutuhkan, tapi masih banyak yang harus diperbaiki,” ujar Tuchel usai pertandingan. “Ini momen untuk terus percaya dan terus mendorong tim ke arah yang lebih baik.”
Masalah di posisi bek kanan menjadi perhatian utama Tuchel. Dua bek kanan timnas Inggris mengalami cedera selama fase grup, memaksa sang manajer melakukan penyesuaian taktis yang tidak ideal. Posisi ini rentan terhadap serangan balik lawan, dan DR Congo tentu sudah mempelajari kelemahan tersebut.
Cedera Declan Rice juga mempengaruhi keseimbangan lini tengah. Bellingham yang biasanya beroperasi lebih ke depan harus turun membantu transisi serangan, menunjukkan fleksibilitas luar biasa pemain Real Madrid berusia 22 tahun tersebut. Tanpa Rice, beban defensif jatuh ke pundak中场 lainnya.
Di sisi sayap, performa inkonsisten menjadi kekhawatiran tersendiri. Para pemain sayap Inggris belum memberikan kontribusi yang memadai dari kedua sisi lapangan. Tuchel membutuhkan lebih banyak crossing, dribel, dan aksi berbahaya dari pemain di posisi ini untuk membongkar pertahanan lawan yang semakin solid di fase knockout.
Inggris memang lolos dengan sempurna dari grup, namun jalan menuju final sangat menantang. Jika berhasil melewati DR Congo di 32 besar, calon lawan di babak 16 besar berpotensi Meksiko atau Kroasia, dua tim yang tidak boleh dipandang sebelah mata.
“Dengan Kane dan Bellingham dalam performa seperti ini, kami selalu punya peluang untuk memenangkan pertandingan apapun,” tambah Tuchel. “Tapi sepak bola adalah permainan tim dan kami butuh semua pemain tampil maksimal.”
Tuchel sendiri terlihat frustrasi dengan beberapa aspek permainan Panama, namun tetap mempertahankan optimisme yang realistis. Kepemimpinan mantan manajer Chelsea dan Bayern Munich ini akan diuji seiring berjalannya turnamen.
Kekhawatiran terbesar Inggris adalah kedalaman skuad di beberapa posisi kunci. Cedera bek kanan bisa menjadi bumerang jika tidak dikelola dengan baik. Tuchel kemungkinan akan bereksperimen dengan solusi taktis di sesi latihan menjelang pertandingan melawan DR Congo.
Meskipun demikian, kehadiran Kane dan Bellingham sebagai dua mesin gol yang haus akan kemenangan memberikan kepercayaan diri bagi seluruh skuad. Inggris tetap menjadi salah satu favorit untuk juara Piala Dunia 2026 meski tidak bermain meyakinkan sepanjang fase grup.