SkorBola.web.id - Kejutan besar terjadi di matchday terakhir Grup E Piala Dunia 2026 ketika Ekuador mengalahkan Jerman dengan skor 2-1 di depan 55.000 pendukungnya yang memenuhi stadion dengan lautan kuning. Kemenangan dramatis ini memastikan La Tri lolos ke babak 32 besar untuk pertama kalinya sejak 2006, meski hanya sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.
Jerman sebenarnya sudah memastikan diri sebagai juara grup sebelum pertandingan ini dimulai. Namun pelatih Julian Nagelsmann tetap menurunkan skuad utama dengan hanya melakukan perubahan akibat cedera. Keputusan itu tampaknya tepat ketika Leroy Sane membawa Die Mannschaft unggul cepat di menit kedua melalui sebuah gol yang diwarnai kontroversi. Aleksandar Pavlovic terlihat menggunakan kaki tinggi untuk merebut bola dari Pedro Vite dalam proses build-up, namun protes Ekuador tidak digubris wasit.
Tertinggal cepat tidak membuat Ekuador menyerah. Nilson Angulo menyamakan kedudukan tak lama kemudian dengan memanfaatkan celah di sisi sayap Jerman yang dijaga Florian Wirtz dan Pavlovic. Sepakan Angulo bersarang di sudut jauh gawang Manuel Neuer yang tidak mampu dijangkau kiper veteran Bayern Munich tersebut. Gol ini menjadi bukti bahwa Ekuador datang untuk bermain, bukan sekadar jadi tim penggembira.
Babak kedua berlangsung dengan intensitas tinggi. Jerman sempat mendapat hadiah penalti ketika Joel Ordonez dianggap melanggar Kai Havertz di kotak terlarang. Namun VAR dengan cepat menganulir keputusan tersebut setelah menemukan bahwa Sane lebih dulu melanggar Vite dalam proses build-up serangan. Momen ini menjadi titik balik. Alih-alih unggul 2-1, Jerman justru kehilangan momentum sementara Ekuador semakin percaya diri.
Gol kemenangan akhirnya tiba di menit ke-77 melalui sentuhan emas Gonzalo Plata. Berawal dari sepak pojok yang dimenangkan Kevin Rodriguez, bola hasil flick-on pemain depan tersebut disambar Plata dengan bagian luar kakinya ke arah yang berlawanan dari Neuer. Stadion bergemuruh dan gelombang euforia menyapu tribun penonton. Ekuador kemudian bertahan mati-matian, membendung berbagai serangan Jerman yang mengandalkan umpan silang David Raum dari sisi kiri.
Usai peluit panjang dibunyikan, pelatih Sebastian Beccacece langsung melompat ke tribun untuk merayakan kemenangan bersama keluarganya. Pelatih berusia 45 tahun itu selama ini mendapat sorotan tajam dari media dan suporter karena performa inkonsisten Ekuador. Momen emosional ini menjadi gambaran betapa besar tekanan yang berhasil ia atasi.
Finis di peringkat ketiga dengan tiga poin tetap membawa Ekuador ke babak 32 besar sebagai salah satu dari delapan peringkat ketiga terbaik. Ini menjadi pencapaian bersejarah mengingat La Tri gagal total di dua laga awal. Mereka kini menatap fase gugur dengan kepercayaan diri kembali menyala dan siap membuat kejutan lain di turnamen ini.