LIVE
SkorBola — Piala Dunia 2026 Live Score, Jadwal & Klasemen
Kisah Pochettino: Dari Tiga Kegagalan Terburuk Menuju Kejayaan AS di Piala Dunia 2026

Kisah Pochettino: Dari Tiga Kegagalan Terburuk Menuju Kejayaan AS di Piala Dunia 2026

SkorBola.web.id - Perjalanan Mauricio Pochettino bersama tim nasional Amerika Serikat di Piala Dunia 2026 bukan sekadar kisah sukses olahraga. Ini adalah cerita tentang bagaimana tiga kegagalan terburuk mampu mengubah sebuah tim yang rapuh menjadi kandidat serius juara. Dari stadion kosong hingga kekalahan memalukan, setiap pukulan keras justru membentuk USMNT menjadi tim yang kini menjadi favorit tuan rumah.

Tiga Pukulan yang Membentuk Karakter

Pochettino mengakui bahwa ia datang ke Amerika Serikat dengan terlalu naif. “Kami sangat naif. Kami salah membaca situasi. Ternyata lebih buruk dari yang kami bayangkan. Ketika kami tiba di sini, kami mendapat pukulan besar, dan kami terpental untuk beberapa saat,” ungkap pelatih asal Argentina tersebut.

Pukulan pertama datang pada Maret 2025. USMNT kalah dari Panama di semi-final Nations League di depan stadion yang nyaris kosong. Penggemar yang hadir justru lebih banyak mendukung Panama dan Meksiko. “Stadion kosong. Itu adalah pukulan yang baik, bukan?” kenang Pochettino dengan nada ironis.

Pukulan kedua lebih menyakitkan. Di final Gold Cup Juli 2025, USMNT kalah dari rival abadi Meksiko di Houston di hadapan kerumunan tuan rumah yang jelas-jelas mendukung tamu. Pochettino meneteskan air mata saat itu, bukan karena kekalahan semata, tetapi karena empati terhadap pengalaman para pemainnya.

“Sedih melihat stadion di rumah sendiri dipenuhi suporter lawan. Itu yang membuat saya menangis,” ujar Pochettino. Momen tersebut memunculkan mantra “Kenapa bukan kami?” yang menjadi filosofi baru tim.

Pukulan ketiga datang pada Maret 2026 saat USMNT menelan kekalahan aggregate 7-2 dari Belgia dan Portugal. Pochettino dengan jujur mengakui kesenjangan kualitas: “Belgia dan Portugal memiliki beberapa pemain di peringkat 100 besar dunia. Saya pikir kami tidak punya satupun.”

Dari Puing Kebangkitan

Ketiga kegagalan tersebut justru menjadi katalisator perubahan fundamental. Pochettino membangun ulang budaya tim dari nol. Ia menuntut komitmen total dari seluruh pemain, termasuk Christian Pulisic yang diminta hadir penuh di seluruh rangkaian turnamen meskipun sempat meminta izin melewatkan Gold Cup.

Dari bimbingan Pochettino muncul pemain-pemain baru yang menjadi pilar tim: Malik Tillman sebagai playmaker utama, kiper Matt Freese, bek Alex Freeman, dan gelandang Sebastian Berhalter. Sebuah gaya bermain baru pun lahir, yang dijuluki “Showtime” – dengan pergerakan cepat tanpa bola, pergantian formasi yang dinamis, dan keberanian bermain menyerang.

Hasilnya sangat nyata di Piala Dunia 2026. USMNT menjadi juara Grup D dengan kemenangan 4-1 atas Paraguay dan 2-0 atas Australia. Hanya empat tim yang mampu memenangkan grup dalam dua pertandingan: Argentina, Jerman, Meksiko, dan tentu saja, Pochettino’s USMNT.

“Ini bukan sesuatu yang bisa diselesaikan dalam semalam, atau dalam satu kamp pelatihan. Mungkin tidak secepat yang semua orang inginkan. Saya rasa kami sedang membuktikan bahwa ini adalah sebuah proses,” ujar bek Mark McKenzie.

Pochettino telah membuktikan bahwa kegagalan bisa menjadi batu loncatan terbaik menuju kesuksesan. Tiga pukulan terburuk justru menjadi fondasi USMNT yang kini siap bersaing untuk gelar juara Piala Dunia di tanah sendiri.

⚽ Live Score Piala Dunia 2026

48 Timnas · 12 Grup · 104 Pertandingan · 11 Jun — 19 Jul 2026

Memuat data pertandingan...

Update otomatis tiap 60 detik

⚽ Live Score Piala Dunia 2026

Update otomatis tiap 60 detik

🏆

FIFA World Cup 2026

48 Timnas • 12 Grup • 104 Pertandingan • 11 Jun — 19 Jul