SkorBola.web.id - Pelatih Pantai Gading Emerse Fae mengecam komentar legenda Jerman Bastian Schweinsteiger yang menyebut gaya bermain timnya “liar” dan “tidak ortodoks” saat menjadi komentator pertandingan Piala Dunia 2026. Fae menyebut pernyataan tersebut bisa dianggap rasis.
Insiden bermula saat Schweinsteiger bertugas sebagai komentator untuk stasiun televisi Jerman ARD menjelang laga Jerman vs Pantai Gading pada 20 Juni lalu. Mantan gelandang timnas Jerman itu menyebut Pantai Gading bermain “seperti sepak bola Afrika, sedikit tidak ortodoks, sedikit liar, mungkin juga tidak terlalu dipengaruhi taktik.”
“Bisa Disebut Rasis”
Fae angkat bicara setelah Pantai Gading memastikan lolos ke babak knockout Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka, berkat kemenangan 2-0 atas Curacao. Pelatih berusia 42 tahun itu mengaku kecewa dengan komentar Schweinsteiger.
“Saya dulu mengagumi Schweinsteiger sebagai pemain. Tapi aneh dia bicara seperti itu. Bisa disebut rasis jika kita bicara apa adanya,” ujar Fae dalam konferensi pers usai laga.
Ia menegaskan bahwa timnya bukan sekadar tim fisik, melainkan juga memiliki kualitas teknis dan taktis yang baik. Menurut Fae, komentar semacam ini mencerminkan prasangka lama terhadap sepak bola Afrika.
Kontroversi di Media Jerman
Komentar Schweinsteiger memicu perdebatan luas di media Jerman. Banyak pihak mengecam pilihan kata “liar” yang dianggap merendahkan sepak bola Afrika. Mantan pelatih Liverpool Jurgen Klopp yang ditanya soal kontroversi ini memilih tidak berkomentar.
“Ini topik serius, dan saya bahkan tidak tahu apa yang pantas dikatakan. Untuk orang Afrika rasanya satu hal, untuk orang lain rasanya hal lain. Saya bukan hakim untuk itu,” ujar Klopp singkat.
Prestasi Pantai Gading di Piala Dunia 2026
Meski kalah dari Jerman, Pantai Gading sukses finis sebagai runner-up Grup E setelah mengalahkan Ekuador dan Curacao. Ini pertama kalinya negara Afrika Barat tersebut melaju ke fase knockout Piala Dunia.
Di babak 32 besar, mereka dijadwalkan menghadapi Prancis atau Norwegia pada 30 Juni di Arlington, Texas. Pertandingan ini diprediksi akan menjadi ujian berat bagi The Elephants.
Tim-tim Afrika di Piala Dunia 2026 terus menunjukkan perkembangan pesat. Komentar kontroversial Schweinsteiger justru menjadi momentum bagi sepak bola Afrika untuk membuktikan bahwa kualitas permainan mereka layak diakui tanpa label stereotip.