SkorBola.web.id - Keputusan VAR menjadi pembicaraan hangat di Piala Dunia 2026 setelah membatalkan gol Jerman melawan Paraguay di babak 16 besar. Sejumlah analis dan legenda sepak bola mengkritik keras keputusan yang mereka anggap merugikan Jerman.
Alan Shearer, legenda Newcastle United dan analis BBC Sport, menyebut keputusan VAR sebagai lelucon. Jurgen Klopp, Pat Nevin, dan Darren Cann juga sependapat bahwa Jerman mendapat perlakuan tidak adil dari keputusan tersebut.
Insiden terjadi ketika Jerman tampak mencetak gol di menit-menit akhir yang bisa menjadi gol kemenangan. Namun VAR membatalkan gol tersebut dengan alasan offside. Keputusan ini memicu perdebatan sengit karena dari berbagai sudut pandang ulangan, margin offside terlihat sangat tipis.
Sebagai konsekuensi dari keputusan kontroversial tersebut, pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu dan berakhir di adu penalti. Jerman yang terkenal dominan dalam adu penalti justru kalah 4-3 dari Paraguay, mengakhiri rekor 50 tahun mereka yang mencatat 22 kemenangan beruntun dalam adu penalti turnamen besar.
Kontroversi VAR ini menambah daftar panjang perdebatan seputar penggunaan teknologi dalam sepak bola modern. Meskipun diciptakan untuk meningkatkan akurasi keputusan wasit, VAR sering menjadi sumber frustrasi ketika keputusan yang dihasilkan masih dapat diperdebatkan.
Beberapa pengamat sepak bola berpendapat bahwa margin yang sangat tipis dalam keputusan offside seharusnya tidak digunakan untuk membatalkan gol. Mereka berargumen bahwa VAR seharusnya hanya membatalkan gol jika offside tersebut jelas dan tidak dapat diperdebatkan.
Komunitas sepak bola internasional kini menunggu respons resmi dari FIFA mengenai kontroversi ini. Banyak pihak meminta transparansi lebih tinggi dalam proses pengambilan keputusan VAR, terutama dalam pertandingan-pertandingan penting seperti fase knockout Piala Dunia.
Insiden ini kemungkinan akan memicu diskusi lebih lanjut tentang penyempurnaan sistem VAR untuk turnamen-turnamen mendatang.