SkorBola.web.id - Kontroversi besar mewarnai laga Grup L Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Ghana yang berakhir 0-0 di Boston Stadium. Ghana merasa sangat dirugikan setelah wasit tidak memberikan hadiah penalti atas pelanggaran Ezri Konsa terhadap Prince Kwabena Adu di kotak terlarang, dan VAR pun tak kunjung turun tangan.
Insiden terjadi saat pertandingan sudah memasuki menit-menit akhir. Adu yang menerima bola di dalam kotak penalti Inggris langsung dihadang oleh Konsa. Dari tayangan ulang, terlihat jelas Konsa mengenai lutut Adu dan sama sekali tidak menyentuh bola. Bek Aston Villa itu bahkan tampak melompat dan kehilangan kendali saat melakukan tekel.
Namun wasit tetap membiarkan permainan berlanjut. VAR juga tidak merekomendasikan peninjauan ulang, meskipun banyak pihak menilai itu adalah pelanggaran yang jelas.
Manajer Ghana Carlos Queiroz tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Usai pertandingan, pelatih asal Portugal itu melontarkan komentar sinis yang langsung menjadi sorotan.
“Saya tidak yakin VAR masih berfungsi di Piala Dunia ini. Itu jelas penalti, bahkan kartu merah. Apa kalian masih ragu? Maaf atas sarkasme saya, tapi jika saya mengatakan hal ini dengan serius, mereka akan menghukum saya. Jadi saya harap kalian paham bahwa saya hanya bercanda,” ujar Queiroz.
Pundit BBC, Wayne Rooney, juga sepakat bahwa Ghana seharusnya mendapatkan penalti. “Menurut saya itu penalti. Konsa mengambil risiko besar. Kakinya tidak menyentuh tanah saat meluncur dan ia mengenai pemain, bukan bola. Seharusnya itu mudah diberikan,” ujar legenda Manchester United itu.
Bahkan Darren Cann, asisten wasit yang pernah bertugas di final Piala Dunia 2010, mengakui bahwa insiden tersebut layak ditinjau ulang. “Sebagai penggemar Inggris saya senang itu tidak diberikan. Tapi jujur saja, ini seharusnya dirujuk ke VAR. Konsa sama sekali tidak menyentuh bola, ia menjatuhkan lawan. Ia melompat, tidak terkendali, dan melakukan kontak dengan penyerang. Bagi saya ini adalah penalti,” kata Cann.
Lantas mengapa VAR tidak turun tangan? Jawabannya ada pada kebijakan FIFA di Piala Dunia 2026. Pierluigi Collina, kepala wasit FIFA, telah menginstruksikan toleransi yang lebih tinggi terhadap keputusan di lapangan dan intervensi VAR yang lebih sedikit demi konsistensi. Premier League mungkin akan mengintervensi insiden seperti ini, namun pendekatan Piala Dunia sengaja membiarkan lebih banyak tekel tanpa campur tangan teknologi.
Terlepas dari kontroversi, hasil imbang ini membuat Inggris masih memuncaki Grup L dengan 4 poin dari dua laga, sementara Ghana juga masih memiliki peluang untuk lolos ke babak 32 besar. Namun polemik keputusan wasit ini dipastikan akan terus menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar sepak bola dunia.
Thomas Tuchel, manajer Inggris, enggan berkomentar banyak soal insiden tersebut dan memilih fokus pada performa timnya yang dinilai kurang maksimal.