SkorBola.web.id - Bintang Arsenal Noni Madueke memperingatkan bahwa Timnas Inggris harus waspada menghadapi Republik Demokratik Kongo (RDC) di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Inggris akan bertanding melawan tim asuhan Carlos Queiroz pada hari Rabu di Atlanta.
Madueke mengakui bahwa Inggris mengalami kesulitan di babak grup, terutama saat ditahan imbang 0-0 oleh Ghana dalam pertandingan terakhir grup di Boston. Performa inkonsisten ini menjadi perhatian serius bagi pelatih Gareth Southgate dan seluruh skuad Three Lions.
Madueke Waspadai Gaya Bermain RDC
“Kami tahu akan menghadapi lawan yang sangat tangguh,” kata Madueke dalam jumpa pers sebelum pertandingan. “Kami sudah mengantisipasi gaya permainan bertahan dan serangan balik yang akan mereka terapkan. Tapi kami juga punya senjata sendiri.”
Pertahanan solid Ghana di babak grup menunjukkan bahwa tim-tim Afrika kini memiliki organisasi permainan yang sangat baik. Madueke berharap pengalaman melawan Ghana bisa menjadi pelajaran berharga bagi Inggris untuk menghadapi strategi serupa dari RDC di babak 16 besar.
“Penampilan kami melawan Ghana memang kurang memuaskan, tapi kami sudah belajar banyak dari pertandingan itu,” lanjut Madueke. “Kami perlu lebih klinis dalam penyelesaian akhir dan lebih sabar dalam membangun serangan. Gol akan datang jika kami terus bermain dengan benar.”
Bukayo Saka Siap Bersaing
Kabar baik bagi Inggris, Bukayo Saka telah pulih dari cedera dan siap memberikan persaingan sehat untuk tempat di starting lineup. Kehadiran Saka memberikan opsi serangan tambahan bagi Southgate, yang membutuhkan kreativitas ekstra untuk menembus pertahanan solid RDC.
Saka sendiri menegaskan bahwa ia dalam kondisi terbaik dan siap memberikan kontribusi maksimal bagi timnas Inggris. “Saya sudah berlatih dengan baik dan merasa sangat fit. Persaingan di dalam skuad hanya membuat kami semua lebih kuat,” ungkap Saka.
Latihan Penalti Jadi Prioritas
Inggris juga telah mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan adu penalti. Setelah melihat beberapa pertandingan Piala Dunia 2026 yang berakhir dengan adu penalti, termasuk kekalahan Jerman dari Paraguay, skuad Inggris telah rutin berlatih tendangan penalti.
“Setiap pemain di skuad ini sudah berlatih penalti,” kata Madueke. “Kami tidak mau terjebak dalam situasi di mana kami tidak siap. Latihan penalti adalah bagian penting dari persiapan kami menjelang setiap pertandingan.”
RDC Siap Menggigit
RDC sendiri tampil impresif di babak grup dengan pertahanan yang sangat solid dan serangan balik yang efektif. Carlos Queiroz, pelatih asal Portugal yang sangat berpengalaman di level internasional, telah membentuk tim yang sangat disiplin dan sulit dikalahkan.
Pertandingan antara Inggris dan RDC diperkirakan akan berlangsung sangat ketat. Bagi Inggris, lolos ke perempat final adalah target minimal yang harus dicapai setelah kegagalan di turnamen-turnamen sebelumnya. Sedangkan bagi RDC, ini adalah kesempatan bersejarah untuk melaju lebih jauh di Piala Dunia untuk pertama kalinya.