SkorBola.web.id - Piala Dunia 2026 menampilkan tren menarik yang jarang terjadi di turnamen-turnamen sebelumnya, yaitu meningkatnya jumlah gol yang tercipta di penghujung pertandingan. Fenomena ini menjadi salah satu daya tarik utama turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Dari 96 gol yang telah tercipta sejauh ini, sebanyak 28 gol atau 29,2% di antaranya tercipta antara menit ke-76 hingga peluit akhir dibunyikan. Angka ini menjadikan 15 menit terakhir sebagai periode paling produktif dalam pertandingan Piala Dunia kali ini, mengungguli semua periode lainnya dalam satu laga.
Fenomena ini terlihat jelas dalam pertandingan Swiss melawan Bosnia dan Herzegovina. Saat kedua tim bermain imbang di penghujung pertandingan, pemain pengganti Johan Manzambi masuk dari bangku cadangan dan hanya butuh waktu tiga menit untuk mencetak gol. Hingga peluit akhir, ia berhasil mencetak dua gol dan Swiss mencetak empat gol setelah menit ke-70. Bosnia menjadi tim ketiga dalam sejarah Piala Dunia yang kebobolan empat gol atau lebih dari menit ke-70 ke atas.
Jendela gol tertinggi berikutnya adalah periode sebelum turun minum, dengan 19 gol tercipta antara menit ke-31 hingga paruh waktu. Namun, konsentrasi gol di akhir pertandingan tetap yang paling mencolok dan menarik perhatian para analis sepak bola dari seluruh dunia.
Salah satu faktor yang diduga berkontribusi pada tren ini adalah jeda hidrasi wajib yang diperkenalkan FIFA. Jeda ini dilakukan sekitar menit ke-22 di babak pertama dan menit ke-67 di babak kedua untuk membantu pemain mengatasi kondisi panas yang ekstrem di Amerika Serikat, Kanada, dan Mexico selama musim panas.
Menariknya, dua periode gol paling produktif terjadi tepat setelah jeda hidrasi tersebut. Meskipun sulit membuktikan hubungan langsung antara jeda hidrasi dan peningkatan gol, jeda ini memberikan kesempatan bagi pelatih untuk mengatur ulang formasi dan memberikan instruksi taktis tambahan dari pinggir lapangan. Pelatih Swiss Murat Yakin tercatat membuat perubahan strategis yang menentukan selama jeda hidrasi.
Dua puluh negara sudah mencetak gol di 15 menit terakhir dan masa tambahan waktu babak kedua. Swiss memimpin dengan tiga gol di periode tersebut, menjadikan mereka tim paling produktif di penghujung pertandingan. Ghana juga mencatatkan gol kemenangan dramatis di menit ke-95 melalui Caleb Yirenkyi saat menghadapi Panama.
Gol-gol di penghujung pertandingan memang sudah menjadi ciri khas Piala Dunia sejak lama. Analisis turnamen-turnamen sebelumnya menunjukkan bahwa sekitar seperempat dari semua gol Piala Dunia biasanya tercipta di periode ini. Namun, Piala Dunia 2026 menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan rata-rata historis tersebut.
Kebijakan jeda hidrasi menuai kritik dari beberapa pihak karena tetap diterapkan bahkan di stadion berpendingin udara. Namun, terlepas dari suhu, jeda tersebut memberikan pelatih kesempatan tambahan untuk mempengaruhi jalannya pertandingan secara taktis. Fenomena ini menambah daya tarik tersendiri bagi Piala Dunia 2026, di mana para penonton dijamin akan disuguhi drama di penghujung pertandingan.