SkorBola.web.id - Lionel Messi akan memulai laga terakhir Argentina di fase grup Piala Dunia 2026 dari bangku cadangan. Pelatih Lionel Scaloni memutuskan untuk mengistirahatkan megabintang berusia 39 tahun itu saat Albiceleste menghadapi Jordan pada Minggu (29/6) dini hari WIB di Dallas.
Keputusan ini bukan karena cedera. Scaloni menegaskan bahwa ini adalah langkah strategis untuk menjaga kebugaran Messi menjelang babak gugur. “Leo kemungkinan besar akan bermain di babak kedua. Kami sudah bicara dan sepakat bahwa ini lebih baik, tapi tentu saja bagus juga untuknya tetap dalam kondisi kompetitif,” ujar Scaloni.
Messi sendiri tampil luar biasa di Piala Dunia 2026. Dalam dua pertandingan pertama, ia sudah mencetak lima gol, termasuk brace sensasional melawan Austria. Catatan itu menjadikannya topskor sepanjang masa Piala Dunia dengan total 18 gol, memecahkan rekor sebelumnya.
Pencetak Gol Terbanyak yang Tetap Produktif
Di usia 39 tahun, Messi membuktikan bahwa usia hanyalah angka. Performanya di turnamen ini menunjukkan bahwa ia masih menjadi pemain paling berbahaya di dunia. Dengan Argentina sudah memastikan lolos ke babak 32 besar, Scaloni punya kemewahan untuk menyimpan tenaga sang kapten.
Keputusan ini juga memberikan kesempatan kepada pemain lain untuk mendapatkan menit bermain. Laga melawan Jordan bisa menjadi ajang rotasi skuad sebelum pertandingan-pertandingan berat di fase gugur.
Persaingan Sepatu Emas
Di balik keputusan Messi beristirahat, persaingan Sepatu Emas Piala Dunia 2026 semakin menarik. Kylian Mbappe dari Prancis dan Erling Haaland dari Norwegia sama-sama mengoleksi empat gol. Pemain Prancis lainnya, Ousmane Dembele, juga ikut meramaikan persaingan setelah mencetak hat-trick dalam kemenangan 4-1 Prancis atas Norwegia.
Dengan Messi yang sudah mengoleksi lima gol, ia memimpin klasemen topskor. Namun, persaingan masih sangat terbuka mengingat turnamen baru memasuki akhir fase grup.
Fokus ke Babak Gugur
Argentina melangkah ke Piala Dunia 2026 dengan status juara bertahan. Meski Messi tidak bermain penuh melawan Jordan, tim tetap difavoritkan untuk meraih kemenangan. Scaloni menegaskan bahwa Jordan adalah lawan yang layak dihormati dengan penyerang-penyerang cepat, dan Argentina akan berusaha mendominasi penguasaan bola.
Bagi fans Indonesia yang mengikuti Piala Dunia 2026, keputusan Scaloni ini mengingatkan kita bahwa manajemen skuad yang cerdas adalah kunci sukses di turnamen besar. Istirahat yang cukup untuk pemain bintang bisa menjadi pembeda di babak-babak krusial nanti.
Beban Harapan di Pundak Messi
Sejak memenangkan Piala Dunia 2022 di Qatar, Messi terus membuktikan dirinya sebagai pemain paling berpengaruh di timnas Argentina. Setiap pertandingan, semua mata tertuju padanya. Tekanan untuk mengulang kesuksesan tentu sangat besar, terutama di usianya yang sudah menginjak 39 tahun.
Scaloni dan staf pelatih sadar betul bahwa Messi tidak bisa dimainkan full di semua pertandingan. Manajemen beban menjadi kunci untuk menjaga performa terbaik sang kapten saat benar-benar dibutuhkan. Argentina sudah menunjukkan bahwa mereka bisa bermain baik tanpa Messi, tetapi kehadirannya tetap menjadi faktor X yang menakutkan bagi lawan.
Peluang Julian Alvarez dan Lautaro Martinez
Dengan Messi di bangku cadangan, Julian Alvarez atau Lautaro Martinez akan mendapat kesempatan memimpin lini depan Argentina. Kedua pemain ini memiliki kualitas tinggi dan sudah terbukti di level klub maupun internasional. Alvarez bersama Manchester City dan Martinez bersama Inter Milan adalah ancaman nyata bagi pertahanan Jordan.
Jordan sendiri sudah tersingkir dari Piala Dunia 2026, namun mereka pastinya ingin mengakhiri turnamen dengan hasil positif. Pertandingan ini akan menjadi ujian bagi kedalaman skuad Argentina.