Pejabat AS “Sangat Senang” Iran Tersingkir dari Piala Dunia 2026
SkorBola.web.id - Seorang pejabat tinggi pemerintah Amerika Serikat mengungkapkan kegembiraan ekstrem setelah Iran resmi tersingkir dari Piala Dunia 2026. Pernyataan kontroversial ini menambah dimensi politik dalam turnamen sepakbola terbesar dunia.
Markwayne Mullin, kepala keamanan dalam negeri AS, tidak menyembunyikan kepuasannya ketika Iran gagal lolos ke babak selanjutnya. “Saya mungkin menyanyikan lagu atau dua lagu,” kata Mullin dengan nada sarkastis.
Iran tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah meraih tiga hasil imbang berturut-turut di babak penyisihan grup. Tim Singa Persia tidak mampu meraih kemenangan yang diperlukan untuk melaju ke babak 16 besar, mengakhiri perjalanan mereka di Amerika Utara dengan catatan yang mengecewakan.
Partisipasi Iran dalam turnamen ini sempat tidak pasti pada bulan-bulan menjelang kompetisi. Ketegangan geopolitik antara AS dan Israel dengan Iran mencapai puncaknya ketika serangan udara diluncurkan pada bulan Februari, membuat status keikutsertaan Iran dalam Piala Dunia menjadi dipertanyakan.
Meski demikian, FIFA mempertahankan keputusan untuk tetap mengizinkan Iran berkompetisi. Namun, performa tim di lapangan tidak memenuhi ekspektasi, dengan hanya mampu meraih satu poin dari tiga pertandingan grup.
Reaksi pejabat AS ini mencerminkan ketegangan politik yang terus membayangi olahraga internasional. Meskipun FIFA selalu menekankan netralitas politik dalam sepakbola, realitasnya konflik geopolitik kerap mempengaruhi dinamika turnamen besar seperti Piala Dunia.
Para pengamat sepakbola internasional menyayangkan politisasi yang terjadi. Mereka berpendapat bahwa sepakbola seharusnya menjadi jembatan perdamaian, bukan ajang untuk mengekspresikan sentimen politik.
Tersingkirnya Iran juga berdampak pada komposisi babak selanjutnya, di mana beberapa tim yang diunggulkan berhasil mengamankan tempat di babak 16 besar. Turnamen Piala Dunia 2026 terus berlanjut dengan drama dan kontroversi yang tak terduga.
Keputusan pejabat AS untuk secara terbuka merayakan kegagalan Iran menunjukkan bagaimana olahraga dan politik tetap terkait erat, meski upaya FIFA untuk memisahkan keduanya.