SkorBola.web.id - Pelatih Timnas Iran, Amir Ghalenoei, melontarkan kritik tajam terhadap Amerika Serikat selaku tuan rumah Piala Dunia 2026. Ghalenoei mendesak Presiden FIFA Gianni Infantino untuk berani menghadapi perilaku tuan rumah yang dinilai sangat tidak adil terhadap timnya.
Pernyataan keras ini disampaikan usai Iran bermain imbang 1-1 melawan Mesir di Seattle dalam pertandingan terakhir Grup G. Iran harus menunggu hasil laga lain untuk mengetahui apakah mereka lolos ke babak 32 besar untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Drama di Lapangan
Pertandingan melawan Mesir sendiri berlangsung dramatis. Shoja Khalilzadeh sempat mencetak gol kemenangan di waktu tambahan, namun gol tersebut dianulir karena offside. Saeid Ezatolah juga hampir mencetak gol lewat sundulan yang mengenai mistar gawang. Mohamed Salah sempat memberi keunggulan Mesir sebelum Iran menyamakan kedudukan.
Salah sendiri meminta digantikan sekitar menit ke-60 karena mengalami masalah fisik. Pelatih Mesir Hossam Hassan meyakinkan bahwa kondisi pemain Liverpool itu tidak serius.
Keluhan Iran terhadap Tuan Rumah
Ghalenoei mengungkapkan serangkaian perlakuan tidak adil yang diterima Iran dari pihak tuan rumah:
“Kami mendesak FIFA untuk tidak membiarkan tuan rumah memperlakukan tim dan pemain dengan cara seperti ini di masa depan. Saya berharap Tuan Infantino benar-benar berani menghadapi perilaku seperti ini.”
Ia menambahkan bahwa jika Amerika Serikat mengizinkan mereka tiba dua minggu lebih awal, Iran akan lebih siap secara fisik dan mental. Permintaan itu menurutnya sangat wajar dan masuk akal.
Kapten Taremi Angkat Bicara
Kapten Mehdi Taremi juga ikut menyuarakan kekecewaan. “Sejak awal, ini adalah bencana. FIFA harus menyelesaikan semua masalah di sini, tetapi sayangnya mereka tidak bisa menyelesaikannya sejak awal.”
Taremi mengungkapkan detail soal kondisi logistik: “Tuan Infantino datang ke ruang ganti kami setelah pertandingan pertama dan berkata: ‘Ini baru awal.’ Tetapi babak grup selesai besok dan orang-orang logistik kami tidak ada di sini, mereka tidak memiliki visa.”
Rincian Perlakuan Tidak Adil
| Masalah | Detail |
|---|---|
| Penolakan Visa | 11 pejabat senior/logistik dilarang masuk AS |
| Pindah Markas | Dari Tucson, Arizona ke Tijuana, Mexico sebelum turnamen |
| Persiapan Pra-turnamen | Tidak diizinkan tiba dua minggu lebih awal |
| Perjalanan antar-pertandingan | Terpaksa terbang ~3 jam dari Tijuana sebelum dan sesudah setiap laga |
| Penolakan Pascapertandingan | Tidak diizinkan menginap di Seattle, langsung terbang ke Meksiko |
Ghalenoei sebelumnya sudah menyebut Iran sebagai tim yang “paling tertindas” di Piala Dunia 2026. Infantino sendiri sempat mengunjungi ruang ganti Iran setelah pertandingan pembuka dengan pesan: “Kalian lebih kuat dari segalanya.”
Bagi Iran, turnamen ini menjadi pengalaman pahit yang melampaui soal prestasi di lapangan. Persoalan politik dan diskriminasi tuan rumah menjadi narasi yang membayangi perjalanan mereka di Amerika Serikat.