SkorBola.web.id - Frans Putros, bek kanan Persib Bandung yang bermain di Liga Indonesia, sukses mencetak sejarah sebagai pemain aktif dari kompetisi domestik Indonesia pertama yang tampil sebagai starter di Piala Dunia 2026. Debut bersejarah ini terjadi ketika Irak menghadapi Senegal di Stadion Boston, Toronto, pada Sabtu (27/6/2026).
Meskipun Irak menelan kekalahan telak 0-5 dari Senegal di Grup I, momen ini tetap menjadi tonggak penting bagi sepak bola Indonesia. Sebelumnya, belum pernah ada pemain dari klub Liga Indonesia yang merasakan atmosfer pertandingan Piala Dunia FIFA.
Performa Putros di Tengah Badai
Putros diturunkan oleh pelatih Irak untuk menggantikan Hussein Ali dan bermain penuh 90 menit di posisi bek kanan, peran yang sama dengan yang ia mainkan di Persib Bandung. Kondisi menjadi sangat menantang bagi tim setelah Rebin Sulaka mendapatkan kartu merah pada menit ke-13, memaksa Irak bermain dengan 10 orang selama hampir seluruh pertandingan.
Di tengah tekanan besar dari barisan depan Senegal yang menampilkan Sadio Mane, Putros tetap menunjukkan performa yang layak diapresiasi. Berdasarkan catatan statistik, ia mencatatkan 41 sentuhan bola dengan akurasi passing mencapai 91 persen.
Kontribusi defensifnya juga tidak bisa diremehkan. Putros berhasil melakukan tiga tekel, empat sapuan, dan dua intersepsi. Ia juga memenangkan tiga dari enam duel tanah yang dihadapinya. Meskipun menerima rating 4.9 yang merupakan yang terendah di antara starter Irak, angka itu sebenarnya menjadi yang tertinggi di lini pertahanan tim.
Sejarah Liga Indonesia di Piala Dunia
Pencapaian Putros ini bermakna ganda. Selain menjadi debut World Cup pertamanya setelah menjadi pemain cadangan tak terpakai dalam dua laga sebelumnya, keberadaannya di lapangan menjadi bukti bahwa kompetisi Liga Indonesia mampu menghasilkan pemain yang bersaing di panggung tertinggi sepak bola dunia.
Persib Bandung sebagai klub asuhan Putros turut bangga dengan pencapaian ini. Sebagai bek kanan andalan Maung Bandung di BRI Super League, Putros menunjukkan bahwa pengalaman bermain di kompetisi domestik bisa menjadi batu loncatan menuju level internasional.
Irak sendiri dipastikan tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah finish di posisi terakhir Grup I dengan torehan poin yang tidak cukup untuk melaju. Prancis keluar sebagai juara grup, diikuti Senegal dan Norwegia.
Meski demikian, cerita Frans Putros tetap menjadi inspirasi bagi pemain-pemain Liga Indonesia lainnya. Jika kompetisi domestik terus berkembang, bukan tidak mungkin lebih banyak pemain Indonesia yang akan mengikuti jejak Putros berlaga di turnamen terakbar sepak bola dunia berikutnya.