SkorBola.web.id - Jelang pertandingan Timnas Inggris melawan DR Congo di babak 32 besar Piala Dunia 2026, Thomas Tuchel menghadapi keputusan taktis terberatnya sepanjang turnamen. Pertanyaan utamanya: bagaimana menyusun starting XI yang optimal di tengah krisis cedera?
Declan Rice, jendral lini tengah yang diandalkan, diperkirakan akan bermain meskipun mengalami masalah kebugaran. Namun, kehadiran Rice di lineup membuka dilemma baru: siapa yang harus turun dari starting XI yang berhasil mengalahkan Panama?
Pilihan di Lini Tengah
Declan Rice adalah tulang punggung Inggris. Gelandang Arsenal ini berperan sebagai pelindung pertahanan, kreator serangan, dan pengatur ritme sekaligus. Ketidakhadirannya melawan Panama terlihat jelas: Elliot Anderson kewalahan dan tim kebobolan 13 tembakan.
Dengan Rice kembali, Tuchel perlu memutuskan apakah Elliot Anderson atau Morgan Rogers yang harus turun ke bangku cadangan. Keduanya memiliki peran berbeda, namun satu tempat di starting XI tidak cukup untuk semuanya.
Masalah Bek Kanan
Krisis bek kanan menjadi kekhawatiran utama. Reece James dan Jarell Quansah, dua bek kanan pilihan utama, sama-sama cedera. James mengalami masalah hamstring saat melawan Kroasia, sementara Quansah terluka saat melawan Panama.
Djed Spence menjadi satu-satunya bek kanan spesialis yang tersedia. Alternatif lain adalah memindahkan Ezri Konsa ke posisi bek kanan, yang memberikan ruang bagi John Stones untuk kembali menjadi bek tengah.
Keputusan ini akan menentukan stabilitas lini pertahanan Inggris di pertandingan yang bersifat “all-or-nothing” ini.
Trisula Menyerang
Di lini serang, Bukayo Saka kemungkinan akan terus bermain meskipun mengalami masalah tendon Achilles. Pemain Arsenal itu membuat start pertamanya melawan Panama dan menunjukkan kualitasnya.
Marcus Rashford dan Bukayo Saka diperkirakan akan terus menjadi pilihan di kedua sisi lapangan. Namun, kemungkinan akan ada perubahan di posisi penyerang tengah tergantung kondisi fisik pemain.
Konteks Turnamen yang Penuh Kejutan
Kekalahan Jerman atas Paraguay dan tersingirnya Belanda melawan Marocco menjadi peringatan keras bagi Inggris. Kedua negara yang dianggap unggulan harus pulang lebih awal karena kesalahan kecil di fase gugur.
“Kami harus masuk ke dalam dan bermain di level tertinggi,” kata Tuchel. “Semua orang harus berkontribusi untuk menjaga negara ini tetap bermain.”
Pertandingan melawan DR Congo akan digelar di Atlanta Stadium, yang dilengkapi atap tertutup dan sistem pendingin udara, melindungi pemain dari cuaca Atlanta yang panas dan lembap.
Keputusan taktis Tuchel dalam menyusun starting XI akan sangat menentukan nasib Inggris di Piala Dunia 2026. Satu kesalahan kecil dalam komposisi pemain bisa berakibat fatal di pertandingan sistem gugur ini.
Sumber: BBC Sport