SkorBola.web.id - Mauricio Pochettino berhasil mengubah lini tengah Amerika Serikat menjadi mesin yang sangat cair dan efektif di Piala Dunia 2026. Pendekatan taktis yang unik ini membawa AS meraih kemenangan impresif 4-1 atas Paraguay di laga pembuka.
Berbeda dari kebanyakan tim yang menggunakan formasi kaku, Pochettino menerapkan sistem yang memungkinkan empat pemain lini tengahnya bergerak bebas antar posisi. Hasilnya, AS mencetak empat gol dari enam tembakan on target dengan expected goals 1,34.
Formasi yang Sulit Ditebak
Sulit untuk menentukan formasi pasti yang digunakan AS saat mengalahkan Paraguay. Di atas kertas, formasi mereka terlihat seperti 4-2-3-1 dengan Sergino Dest sebagai pemain sayap kanan.
Namun saat menguasai bola, formasi berubah menjadi tiga bek. Bek kanan Alex Freeman dan bek tengah Chris Richards serta Tim Ream membentuk barisan pertahanan tiga orang, dengan gelandang Tyler Adams berposisi di depan mereka.
Bek kiri Antonee Robinson naik ke depan dan menyamai posisi Dest di sisi lain, keduanya menempel garis sentuhan. Striker Folarin Balogun tetap tinggi di lapangan.
Kebebasan di Lini Tengah
Yang membuat sistem Pochettino unik adalah kebebasan yang diberikan kepada empat pemain kotak lini tengah: Adams, Malik Tillman, Weston McKennie, dan Christian Pulisic.
Berbeda dari sistem posisi tradisional di mana Adams dan Tillman akan duduk di dasar kotak lini tengah, keempat pemain ini diperbolehkan bergerak bebas antar posisi, berdekatan satu sama lain, dan bahkan bermain di sisi lapangan yang sama.
Pulisic, yang biasanya bermain di sayap kiri, bergerak ke dalam dan mengambil posisi sentral bersama Tillman dan McKennie. Sementara itu, McKennie bergerak dari posisi nomor 10 kanan ke sisi kiri lapangan.
Fleksibilitas Maksimum
Sistem ini memberikan fleksibilitas maksimum. Hanya pemain yang bertugas memegang posisi: tiga bek tengah, dua wing-back, dan striker. Sisanya bebas berkreasi.
Ada juga fluiditas antara Pulisic dan Robinson yang sesekali bertukar peran. Satu bertindak sebagai wing-back, yang lain sebagai pemain sayap.
Hasilnya, AS sangat sulit ditebak oleh lawan. Paraguay kesulitan menentukan siapa yang harus mereka jaga karena posisi pemain AS terus berubah.
Ujian Berikutnya
Pochettino akan menguji sistemnya lebih lanjut saat AS menghadapi Australia di laga kedua Grup D pada Jumat (20/6/2026) pukul 20:00 BST.
Pendekatan taktis Pochettino ini menjadi salah satu yang paling menarik di Piala Dunia 2026. Banyak tim yang terpaku pada formasi kaku seperti 3-2-2-3 dengan kotak di lini tengah, tapi Pochettino memilih jalan berbeda.
Keberhasilan sistem ini akan menjadi kunci bagi peluang AS di turnamen ini. Jika lini tengah mereka terus bermain sefluid ini, sulit bagi tim manapun untuk menghentikan mereka.