SkorBola.web.id - Teknologi garis gawang menjadi sorotan dalam pertandingan Piala Dunia 2026 antara Tunisia dan Jepang di Estadio Monterrey, ketika gol kedua Jepang dianulir karena bola belum melewati garis gawang secara keseluruhan.
Kiper Tunisia Aymen Dahmen melakukan penyelamatan luar biasa yang digambarkan sebagai “unbelievable save” untuk mencegah Jepang menggandakan keunggulan mereka dengan margin yang sangat tipis. Keputusan tersebut dibantu oleh teknologi garis gawang yang menunjukkan bahwa seluruh bola belum melewati garis secara penuh.
Insiden terjadi di babak kedua ketika Jepang sudah unggul 1-0 dan mendominasi penguasaan bola. Tembakan keras dari pemain Jepang mengarah ke gawang dan Dahmen bereaksi dengan refleks luar biasa untuk menghalau bola. Meskipun tampak bagi banyak orang bahwa bola sudah melewati garis, teknologi garis gawang memutuskan sebaliknya.
Teknologi garis gawang, yang pertama kali diperkenalkan secara luas di Piala Dunia 2014 di Brasil, menggunakan tujuh kamera yang mengarah ke setiap gawang untuk menentukan apakah seluruh bola telah melewati garis gawang. Sistem ini memberikan keputusan dalam hitungan detik dan dapat menentukan posisi bola dengan akurasi hingga lima milimeter.
Dalam pertandingan ini, teknologi tersebut menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar bola sudah melewati garis, masih ada bagian kecil yang belum sepenuhnya masuk. Keputusan ini sesuai dengan aturan FIFA yang menyatakan bahwa gol hanya sah ketika seluruh bola telah melewati garis gawang secara keseluruhan.
Penampilan Dahmen mendapat pujian luas dari para analis dan penggemar. Kiper tersebut menunjukkan refleks dan posisional yang sangat baik untuk mengantisipasi tembakan yang datang dengan kecepatan tinggi. Penyelamatan ini menjadi salah satu momen paling berkesan di fase grup Piala Dunia 2026.
Pertandingan ini juga menunjukkan bagaimana teknologi modern telah mengubah cara pertandingan sepak bola diputuskan. Tanpa teknologi garis gawang, gol tersebut mungkin akan tetap diberikan dan hasil pertandingan bisa saja berbeda.
Jepang akhirnya memenangkan pertandingan dengan skor 1-0, namun kemenangan mereka seharusnya bisa lebih besar jika gol kedua tersebut disahkan. Tunisia, di sisi lain, memiliki alasan untuk berterima kasih kepada Dahmen dan teknologi garis gawang yang mencegah kekalahan lebih telak.
Hasil ini menempatkan Jepang di posisi yang kuat di klasemen grup mereka, sementara Tunisia harus bekerja keras di pertandingan tersisa untuk menjaga peluang lolos ke babak sistem gugur Piala Dunia 2026.