SkorBola.web.id - Piala Dunia 2026 sudah memasuki fase grup yang menarik, dan The Guardian merilis susunan tim terbaik turnamen sejauh ini tanpa memasukkan nama-nama bintang besar seperti Lionel Messi, Kylian Mbappe, atau Erling Haaland. Daftar ini menyoroti pemain-pemain yang tampil mengejutkan dan memberikan dampak signifikan bagi timnas mereka.
Kiper: Vozinha (Cape Verde, 40 tahun)
Vozinha menjadi sensasi Piala Dunia 2026 setelah penampilannya yang luar biasa saat Cape Verde menahan imbang Spanyol 0-0. Kiper berusia 40 tahun ini melakukan tujuh penyelamatan dalam pertandingan tersebut dan menjadi pahlawan bagi negara kecil dari Afrika Barat.
Penampilannya begitu mengesankan hingga otoritas AS memberikan keringanan visa kepada ibunya untuk menyaksikan pertandingan langsung. Vozinha membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk tampil di level tertinggi dan menjadi inspirasi bagi pemain-pemain senior di seluruh dunia.
Lini Pertahanan: Campuran Pengalaman dan Kejutan
Vladimir Coufal dari Ceko (33 tahun, Hoffenheim) menunjukkan kekuatan fisiknya dengan lemparan panjang yang menciptakan peluang dan gol melawan Korea Selatan. Gaya bermain fisik ini menjadi ciri khas tim-tim peringkat menengah Eropa yang berusaha bersaing di level global.
Chancel Mbemba dari DR Congo (Lille) tampil gemilang saat timnya meraih poin pertama melawan Portugal. Statistik menunjukkan bahwa ia berhasil membatasi Cristiano Ronaldo hanya menyentuh bola 10 kali dari 47 percobaan penerimaan bola. Ini adalah pencapaian luar biasa melawan salah satu pemain terbaik sepanjang masa.
Wilfried Singo dari Pantai Gading (Galatasaray) melakukan lari spektakuler dari lini pertahanan untuk memberikan assist kemenangan melawan Ecuador. Richie Laryea dari Kanada (Toronto FC) tampil solid menggantikan kapten Alphonso Davies dengan kontribusi ofensif yang konsisten, termasuk dalam kemenangan 6-0 atas Qatar.
Lini Tengah: Bintang Muda Bersinar
Ayyoub Bouaddi dari Maroko yang baru berusia 18 tahun (Lille) mendominasi lini tengah melawan Brasil dan Skotlandia. Achraf Hakimi bahkan memuji penampilannya sebagai masterclass. Bouaddi baru memutuskan untuk membela Maroko pada Mei lalu dan sudah diminati klub-klub elite Eropa.
Johan Manzambi dari Swiss (20 tahun, Freiburg) mencetak dua gol setelah masuk sebagai pemain pengganti melawan Bosnia Herzegovina. Penampilannya menunjukkan dampak luar biasa dari pemain cadangan yang tepat. Yasin Ayari dari Swedia (Brighton) mencetak dua gol dalam kemenangan besar atas Tunisia dengan kombinasi kreativitas dan gaya bermain agresif.
Lini Depan: Kecepatan dan Ketajaman
Elijah Just dari Selandia Baru (Motherwell) mencetak dua gol dalam imbang 2-2 melawan Iran dengan assist dari Chris Wood. Folarin Balogun dari AS (Monaco) menjadi bintang tuan rumah dengan kecepatan tingginya yang menyebabkan gol bunuh diri dan memastikan AS lolos. Christian Pulisic bahkan memujinya sebagai pemain yang luar biasa.
Julian Quinones dari Meksiko (29 tahun) menjadi pemain paling cerdas di tim Meksiko yang pragmatis, mencetak gol cepat di pertandingan pembuka dan menunjukkan kepercayaan diri yang luar biasa. Susunan tim ini membuktikan bahwa Piala Dunia 2026 penuh dengan kejutan dari pemain-pemain yang kurang dikenal namun memiliki potensi besar untuk menjadi bintang masa depan.