SkorBola.web.id - Thomas Tuchel membawa warna baru ke skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026. Pelatih asal Jerman itu memadukan semangat musik Britpop dengan filosofi sepakbola menyerang yang membuat Three Lions tampil memukau di laga pembuka melawan Kroasia.
Inggris mengalahkan Kroasia 4-2 dalam pertandingan yang berlangsung di Dallas. Meski tertinggal lebih dulu di babak pertama, skuad Tuchel bangkit di paruh kedua dengan permainan yang media Inggris sebut sebagai “Britpop football,” yaitu sepakbola cepat, penuh fisik, dan berani mengambil risiko.
Wonderwall Jadi Anthem Baru
Setelah kemenangan atas Kroasia, Tuchel dan para pemain menyanyikan lagu “Wonderwall” milik Oasis bersama suporter di Dallas. Momen itu langsung menjadi viral dan diharapkan Tuchel bisa menjadi anthem baru Inggris di turnamen ini, menggantikan “Sweet Caroline” yang identik dengan Euro 2020.
“Saya harap ini menjadi anthem. Itulah yang seharusnya terjadi di turnamen seperti ini, yaitu koneksi antara suporter dan tim,” ujar Tuchel.
Menariknya, FA memasang pemutar piringan hitam di hotel tim Inggris di Kansas City. Para pemain diminta memilih lagu favorit masing-masing. Beberapa pemain muda dilaporkan bingung melihat format vinyl yang dianggap kuno tersebut.
Taktik “Tournament Thomas”
Tuchel menunjukkan sisi berbeda sejak Piala Dunia 2026 dimulai. Ia menjadi lebih intens dan kompetitif, bahkan menegur bek Djed Spence secara terbuka saat sesi latihan. Asisten pelatih Anthony Barry juga memberikan analisis taktik yang blak-blakan di televisi saat turun minum melawan Kroasia.
Perubahan taktik di babak kedua melawan Kroasia menjadi kunci kemenangan. Gelandang Rice dan Anderson mengosongkan ruang tengah, memungkinkan Harry Kane turun sebagai playmaker. Pola ini membuka ruang bagi Jude Bellingham untuk menyerang di antara lini pertahanan lawan.
FIFA mencatat koneksi yang sangat baik antara Kane dan Bellingham sebagai salah satu kunci keberhasilan Inggris.
Bellingham Incar Caps ke-50
Jude Bellingham diprediksi akan meraih caps ke-50 bersama Inggris saat menghadapi Ghana di pertandingan berikutnya. Tuchel memuji komitmen penuh Bellingham dan koneksi yang semakin matang dengan rekan-rekan setimnya.
“Jude bermain sepenuhnya sesuai ide kami dan berkomitmen penuh untuk tim. Dia sangat bisa diandalkan dan menampilkan performa terbaik,” kata Tuchel.
Ujian Berikutnya: Ghana
Inggris akan menghadapi Ghana di Boston pada Selasa waktu setempat. Tuchel memprediksi Inggris akan lebih banyak menguasai bola, sementara Ghana akan mengandalkan serangan balik cepat dan fisik yang kuat.
Dengan momentum positif dari kemenangan atas Kroasia dan semangat “Wonderwall” yang membara, Inggris bertekad mempertahankan performa terbaik mereka. Tuchel berharap keseimbangan antara relaksasi dan kompetisi yang ketat bisa terus membawa yang terbaik dari setiap pemain.
Pertandingan melawan Ghana akan menjadi kesempatan bagi Inggris untuk memastikan tiket ke babak gugur lebih awal, sekaligus membuktikan bahwa filosofi Britpop Tuchel bukan sekadar gimmick melainkan fondasi sepakbola yang solid.