SkorBola.web.id - Thomas Tuchel membawa nuansa baru ke skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026. Pelatih asal Jerman itu mengusung gaya bermain yang ia sebut “Britpop Football,” sebuah pendekatan yang mengandalkan kecepatan, fisik, dan keberanian mengambil risiko, persis seperti dinamika Premier League.
Perubahan Tuchel begitu terasa sejak Piala Dunia dimulai. Ia tampil lebih menuntut dan kompetitif dibandingkan fase kualifikasi. “Saya tidak melakukan hal-hal tambahan. Turnamen kompetitif memberi saya banyak energi. Saya harus berada di garda depan dan mempengaruhi para pemain serta staf,” ujar Tuchel menjelang laga kedua melawan Ghana.
Budaya musik menjadi salah satu elemen unik yang diperkenalkan Tuchel dan FA di kamp Inggris. Di hotel tim di Kansas City, terdapat pemutar piringan hitam vinyl yang memainkan lagu favorit setiap pemain. Menariknya, beberapa pemain muda terlihat bingung dengan benda tersebut karena tidak pernah melihatnya sebelumnya.
Harry Kane menjadi salah satu yang paling antusias dengan tradisi musik ini, terutama dengan genre country and western. Setelah kemenangan 4-2 atas Kroasia di laga pembuka, seluruh skuad dan suporter Inggris bersama-sama menyanyikan lagu “Wonderwall” dari Oasis. Kane menyebutnya sebagai salah satu momen terbaiknya bersama Timnas Inggris.
“Semoga ini menjadi anthem. Itu adalah momen yang indah dan sangat berarti bagi kami semua,” kata Tuchel tentang nyanyian bersama tersebut.
Dari sisi taktik, Tuchel mendapat pujian atas hubungan antara Kane dan Jude Bellingham. Studi teknis FIFA mencatat bahwa kedua pemain telah berlatih pola kombinasi yang efektif. Gelandang seperti Rice dan Anderson sengaja mengosongkan ruang agar Kane bisa turun ke belakang dan menciptakan keunggulan numerik untuk Bellingham.
Bellingham sendiri tampil memukau dan diprediksi akan meraih caps ke-50 saat melawan Ghana. “Saya melihat potensi penuh dan komitmen total Jude. Dia sangat bisa diandalkan dan tampil di level tertinggi,” puji Tuchel.
Meski menang 4-2 atas Kroasia, Tuchel mengakui ada area yang perlu diperbaiki. Struktur permainan di babak pertama terlalu berfokus pada penjagaan man-to-man dan kehilangan integritas struktural saat ditekan oleh Kroasia. Gol kedua yang kebobolan di penghujung babak pertama juga dinilai sebagai gol yang “lunak.”
Menjelang pertandingan melawan Ghana, Tuchel memperkirakan tantangan berbeda. Ghana dikenal dengan gaya serangan balik yang mengandalkan fisik dan kecepatan. Inggris diprediksi akan lebih banyak menguasai bola, namun Tuchel tetap mengingatkan agar timnya menjaga semangat dan keberanian.
Dengan atmosfer positif di kamp dan gaya permainan yang semakin padu, Inggris tampak siap menghadapi tantangan di Piala Dunia 2026. “Kami tetap butuh semangat dan cukup berani untuk terus maju,” tegas Tuchel. Laga melawan Ghana di Boston pada Selasa waktu setempat (Rabu dini hari WIB) akan menjadi ujian berikutnya bagi Britpop Football ala Tuchel. Dengan suhu sekitar 19 derajat Celsius dan kemungkinan hujan, kondisi lapangan bisa mempengaruhi strategi permainan kedua tim.