Debut Bersejarah Yordania di Piala Dunia 2026: Dari Kegagalan Redknapp hingga Hadapi Messi
SkorBola.web.id - Timnas Yordania akan menjalani debut bersejarah di Piala Dunia 2026, dan laga pamungkas melawan Argentina di Grup J pada 27 Juni mendatang menjadi pertemuan yang sudah lama dinanti. Bagi negara berpenduduk 11 juta jiwa ini, perjalanan menuju Piala Dunia bukan sekadar soal sepak bola, melainkan cerita tentang kegigihan, transformasi strategi, dan kebanggaan nasional.
Dari Kegagalan di Bawah Redknapp hingga Era Baru
Yordania pertama kali mencoba peruntungan di kualifikasi Piala Dunia sejak 1986, namun selalu gagal. Momen paling menyakitkan terjadi pada 2014 ketika mereka kalah telak 5-0 secara agregat dari Uruguay di babak play-off antarkonfederasi. Strategi merekrut pelatih asing ternama untuk jangka pendek terbukti tidak berkelanjutan.
Titik balik terjadi pada 2015 saat Harry Redknapp dikontrak hanya untuk dua pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2018. Hasilnya? Kekalahan telak 5-1 dari Australia. Kegagalan itu memaksa Asosiasi Sepak Bola Yordania (JFA) melakukan perubahan radikal: beralih ke pelatih-pelatih dari dunia Arab yang memahami budaya dan karakter pemain lokal.
Ammouta dan Sellami: Arsitek Keberhasilan
Pelatih Maroko Hussein Ammouta diangkat pada Juni 2023 dan langsung mengubah mentalitas tim. Di Piala Asia 2023, Yordania menggebrak dengan mengalahkan Iraq di perempat final dan mengejutkan Korea Selatan 2-0 di semifinal sebelum kalah di final dari Qatar.
Penerusnya, sesama pelatih Maroko Jamal Sellami, melanjutkan momentum tersebut dan memastikan tiket Piala Dunia dengan finis di atas Arab Saudi di babak kualifikasi pertama, lalu menjadi runner-up di belakang Korea Selatan. Dari 16 pertandingan kualifikasi, Yordania menang delapan kali, imbang lima, dan kalah tiga.
Pemain Kunci yang Siap Bersinar
Kapten Musa Al-Taamari dari Rennes menjadi jantung tim dengan filosofi sederhana: “Bagi kami, ini bukan soal uang, tapi soal jersey. Anda memberikan segalanya.” Striker Ali Olwan sudah mengoleksi 29 gol internasional, menjadikannya pencetak gol terbanyak kedua dalam sejarah Yordania. Di lini belakang, Yazan Al-Arab dari FC Seoul menjadi fondasi pertahanan, sementara Nizar Al-Rashdan dari Qatar SC mengatur irama permainan dari lini tengah.
Laga Pembuka dan Misi Besar
Yordania akan menghadapi Austria pada 17 Juni 2026 di Santa Clara, California, sebagai laga perdana. Kemudian bertemu Aljazair sebelum penutup dramatis melawan Argentina dan Lionel Messi di Arlington, Texas.
Bagi negara yang lolos sementara kekuatan tradisional seperti Italia dan China gagal, kehadiran di Piala Dunia 2026 sudah merupakan kemenangan. Namun Al-Taamari dan kawan-kawan tidak datang hanya untuk berpartisipasi. Mereka datang untuk membuktikan bahwa mimpi besar bisa menjadi kenyataan, bahkan untuk negara kecil dari Timur Tengah.
Grup J: Ujian Sesungguhnya
Berada satu grup dengan Argentina, Austria, dan Aljazair membuat Yordania diunggulkan paling bawah. Namun sejarah Piala Dunia selalu penuh kejutan. Dengan fondasi taktik yang solid dan semangat juang tinggi, Yordania berpotensi menjadi kuda hitam yang patut diwaspadai di Piala Dunia 2026.